Yogyakarta

Dalang Catur Benyek Sajikan Sejarah Diponegoro Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Perang Jawa

Sebelum pertunjukan dimulai, dai muda Salim A Fillah diberi kesempatan menceritakan beberapa bagian penting sejarah Diponegoro.

Dalang Catur Benyek Sajikan Sejarah Diponegoro Dalam Pertunjukan Wayang Kulit Perang Jawa
TRIBUNJOGJA.COM / Setya Krisna Sumargo
Pertunjukan wayang kulit "Wayang Diponegoro" di Ndalem Yudonegaran, Jalan Ibu Ruswo, Selasa (12/11/2019), menampilkan dalang Ki Catur Benyek Kuncoro. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalang Ki Catur Benyek Kuncoro menampilkan kisah sejarah Pangeran Diponegoro.

Cerita epik itu dibesut lewat pertunjukan wayang kulit Wayang Diponegoro di Ndalem Yudonegaran, Selasa (12/11/2019) malam.

Ini merupakan pertunjukan Wayang Diponegoro kedua yang digelar di kediaman GPBH Yudoningrat di Jalan Ibu Ruswo, Yogyakarta ini.

Pentas wayang dihelat sejak pukul 21.00 hingga selesai.

Ratusan penonton, termasuk sejumlah tokoh masyarakat, seniman, budayawan, menyaksikan pentas ini.

Pameran A Life In Shadows Menampilkan Dokumentasi Tradisi Wayang Kulit di Asia Tenggara

Ketua Panitia, Rahardi Abra, menjelaskan, pertunjukan digelar alam rangka Hari Pahlawan dan peringatan 234 tahun lahirnya Diponegoro.

Ketua Paguyuban Trah Pangeran Diponegoro (Patra Padi), Ki Roni Sodewo, mengatakan, Wayang Diponegoro merupakan kreasi khusus.

Pertunjukan ini diharapkan mampu mendorong masyarakat sadar sejarah.

"Apa yabg terjadi sekarang ini sesungguhnya pengulangan saja apa yang terjadi di masa lampau," kata Ki Roni.

"Nasionalisme Diponegoro adalah manifestasi nasionalisme sebuah bangsa melawan penjajahan, imperialisme dari bangsa kolonialis," imbuhnya.

Kisah Kepahlawanan Pangeran Diponegoro Diceritakan Apik dalam Film Titi Mongso

Halaman
12
Penulis: Setya Krisna Sumargo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved