Pendidikan

Mahasiswa UGM Ciptakan Sistem Pemantauan Ketinggian Air Real Time

Sistem SMART AWLR (Automatic Water Level Recorder) memungkinkan mengukur ketinggian muka air dan mengirim data ke cloud secara real time.

Mahasiswa UGM Ciptakan Sistem Pemantauan Ketinggian Air Real Time
istimewa
Sistem SMART AWLR (Automatic Water Level Recorder) buatan Tim Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk memonitor tinggi muka air yang terintegrasi cloud sebagai upaya mendukung modernisasi irigasi nasional, Tim Mahasiswa Teknik Pertanian dan Biosistem, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada mengembangkan sebuah sistem yang diberi nama SMART AWLR (Automatic Water Level Recorder).

Tim tersebut terdiri dari Dwi Wiyantanu dan Muamar Arif Khuluqi di bawah bimbingan Andri Prima Nugroho yang berhasil membuat sistem yang bisa mengukur ketinggian muka air dan mengirim data ke cloud secara real time.

Dwi menjelaskan, sistem ini terdiri dari modul sensor ultrasonik, unit mikrokontroler yang dilengkapi dengan mini data logger.

Selain itu, juga dilengkapi dengan mini solar panel sebagai sumber energi untuk mengisi daya baterai.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

"Sensor akan mengestimasi ketinggian muka air melalui pengukuran jarak. Selanjutnya data akan dikirim ke cloud dengan menggunakan koneksi internet via jaringan GSM," terangnya pada Senin (11/11/2019).

Muamar menerangkan, sistem ini memiliki sejumlah keunggulan, antara lain bentuknya cukup ringkas dan dilengkapi dengan fitur swa-energi yang memungkinkan untuk dipasang di lokasi yang jauh dari sumber listrik.

Tidak hanya itu, peralatan ini juga memiliki fitur online-offline mode yang menunjang pengamatan kontinyu meskipun pada kondisi sinyal internet tidak stabil.

"Apabila koneksi internet terputus maka data akan secara otomatis disimpan di data logger. Lalu, saat koneksi internet tersambung data yg tersimpan data akan dikirim ke cloud sehingga kemungkinan data hilang dapat diminimalisir," katanya.

Peneliti FMIPA UGM Kembangkan Madeena untuk Diagnosa Medis

Muamar menjelaskan, nantinya data ketinggian muka air akan di proses untuk kepentingan selanjutnya, misalkan untuk estimasi debit saluran sesuai dengan lokasi dan karakteristik bangunan ukur.

Selain itu, penggunaan yang lebih praktis adalah untuk peringatan dini terjadinya banjir.

"Ke depan, kita akan melakukan penyempurnaan dan pengujian kinerja serta kehandalan dalam penerapan di lapangan," ungkapnya.

Sebelumnya, sistem ini berhasil meraih Juara 2 di ajang Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional TEAR 2.0 yang diadakan Telkom University, Bandung pada 31 Oktober-3 November 2019. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved