Yogyakarta

Suhu Udara di DIY Panas ? Ini Penjelasan BMKG

Menurut keterangan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas, Panasnya suhu udara ini sebetulnya dipicu oleh dua penyebab utama.

Suhu Udara di DIY Panas ? Ini Penjelasan BMKG
dok.ist/net
ilustrasi cuaca panas 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suhu udara di DIY akhir-akhir ini terasa cukup panas terutama pada siang hari.

Menurut keterangan Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas, Panasnya suhu udara ini sebetulnya dipicu oleh dua penyebab utama.

Pertama karena pergerakan Monsun Australia yang sifatnya kering masih terlihat berhembus ke Wilayah Indonesia.

"Monsun Australia ini tidak banyak membawa uap air, sehingga tidak dapat membentuk awan hujan," katanya.

Waspadai 7 Akibat Cuaca Panas yang Bisa Membahayakan Kesehatan Bayi

Selain itu saat ini posisi matahari juga masih berada dekat dengan katulistiwa, walaupun sudah perlahan menuju selatan.

"Fenomena ini mengakibatkan radiasi matahari yang diterima Bumi cukup maksimal," jelasnya.

Selain itu, dia menambahkan bahwa suhu permukaan laut cenderung masih dingin sehingga penguapan untuk pembentukan awan-awan hujan masih sangat sedikit.

"Dengan sedikitnya awan hujan di atmosfer, maka tidak ada yang menghalangi radiasi matahari yang diterima Bumi. Sehingga mengakibatkan suhu udara meningkat dari biasanya," jelasnya.

Cuaca Panas Tingkatkan Resiko Dehidrasi, Seperti Ini Ciri-cirinya

Reni juga mengatakan bahwa pada siang Hari ini, Minggu (9/11/2019) suhu udara yang tercatat di BMKG Stasiun Klimatologi Mlati maksimal sebesar 31,8 derajat Celcius.

"Itu sebetulnya belum termasuk Cuaca yang ekstrim, namun memang sudah panas. Selain itu, untuk kondisi seperti ini sifatnya sangat fluktuatif jadi tidak bisa diprediksi selama bulan November ini," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved