Yogyakarta

Rekreasi Budaya, Cara Seniman Yogyakarta, Peringati Hari Pahlawan

Acara yang digelar di plataran Djoko Pekik Bangunjiwo, Kasihan, Bantul itu dikemas dengan santai namun sarat akan makna.

Rekreasi Budaya, Cara Seniman Yogyakarta, Peringati Hari Pahlawan
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Para seniman berekspresi di plataran Djoko Pekik, memperingati hari pahlawan. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh tanggal 10 November, Seniman Yogyakarta melangsungkan kegiatan rekreasi budaya.

Acara yang digelar di plataran Djoko Pekik Bangunjiwo, Kasihan, Bantul itu dikemas dengan santai namun sarat akan makna.

Sejumlah seniman ternama turut hadir, sebut saja di antaranya, ada pendiri kampung edukasi Watu Lumbung, Muhammad Boy Rifa'i, Direktur Museum Seniman Sapto Hudoyo, Yani Sapto Hudoyo dan Ketua Sanggarbambu, Totok Bukhori.

Terlihat juga seniman teater senior, Meritz Hendra dan Liek Suyanto serta masih banyak lagi para seniman-seniman muda. Mereka berkumpul, bersastra dan berkarya.

Gubernur Jawa Tengah Pilih Upacara Hari Pahlawan di Desa Wareng Purworejo, Ini Alasannya

Selain bersastra, dalam kesempatan itu, ditampilkan juga sebuah drama pementasan dari naskah Pembayun.

Pementasan itu, menurut Yani Sapto Hudoyo dipersembahkan oleh para seniman untuk mengenang jasa para pahlawan.

"Kami merasa terimakasih kepada para pahlawan yang telah menjadikan negara Indonesia berbudaya, bhinneka tunggal Ika, Pancasila. Karena jasa mereka (para pahlawan) seniman bisa bebas berkarya," ungkap dia.

Siang itu, para seniman bisa berkumpul, berkarya dan menampilkan potensi terbaiknya, menurut dia, tentu tidak lepas dari perjuangan para pahlawan.

Mereka--para pahlawan--telah berkorban demi kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, tugas para seniman dan generasi selanjutnya, kata dia adalah berkarya.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved