Advertorial

Peringati Pekan Pengurangan Resiko Bencana, BPBD Kota Yogya Adakan Apel Siaga Bersama 115 KTB

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menerangkan Pekan Pengurangan Resiko Bencana merupakan momentum titik balik untuk kembali menyadarkan semua

Peringati Pekan Pengurangan Resiko Bencana, BPBD Kota Yogya Adakan Apel Siaga Bersama 115 KTB
Istimewa
Apel Siaga Bencana yang diselenggarakan oleh BPBD Kota Yogyakarta pada Minggu (10/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka memperingati Pekan Pengurangan Resiko Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mengadakan Apel Siaga Bencana bersama 115 Kampung Tanggap Bencana (KTB) serta elemen kebencanaan lain yang tersebar di wilayah Kota Yogyakarta pada Minggu (10/11/2019).

Hari Wahyudi, Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta menjelaskan, Apel Siaga Bencana merupakan bagian dari rangkaian Pekan Pengurangan Resiko Bencana yang sudah dimulai sejak Sabtu (2/11/2019) dengan rangkaian Persami serta Lomba Tenda.

Peringati Pekan Pengurangan Resiko Bencana, BPBD Kota Yogyakarta Adakan Apel Siaga Bersama 115 KTB

Menurutnya, tujuan dari peringatan ini untuk menumbuhkan rasa pentingnya melakukan pengurangan resiko bencana serta mitigasi bencana.

"Tujuannya agar mereka mengetahui apa yang harus dilakukan pada saat ada bencana. Lalu juga pengurangan resiko bencana. Kita mengundang semua KTB, semua elemen kebencanaan yang ada di kota jogja, termasuk relawan," ungkapnya.

Menurutnya, mengingatkan masyarakat akan adanya potensi bencana harus terus dilakukan, dimana untuk Kota Yogyakarta sendiri juga berpotensi mengalami bencana seperti angin puting beliung, banjir, tanah longsor, dan gempa.

"Potensi hampir semuanya terjadi, kecuali mungkin tsunami, ya karena ketinggian kita dan juga jaraknya terlalu jauh. Namun, apapun bencana yang ada yang harus dilakukan adalah bagaimana masyarakat mengantisipasi, siap siaga, dan mengetahui ciri-cirinya," terangnya.

Hari juga menjelaskan, jika saat ini pihaknya sedang fokus untuk menyisir kampung yang ada di pinggir sungai, dimana hampir setiap tahun banjir terjadi di kampung yang berdekatan dengan sungai.

Eko Suwanto Tegaskan Satlinmas Berperan Penting dalam Penanggulangan Bencana

"Banjir hampir setiap tahun terjadi di sungai, sehingga kita berusaha menyisir kampung yang berada di pinggir sungai agar bisa ber-KTB. Kita berharap masyarakat untuk siap siaga dan menjaga alam. Sesuai dengan temanya, kita jaga alam, alam menjaga kita," ungkapnya.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menerangkan Pekan Pengurangan Resiko Bencana merupakan momentum titik balik untuk kembali menyadarkan semua elemen dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi.

"BMKG memprediksi bulan November dan Desember Kota Yogyakarta telah memasuki musim hujan, di awali dengan musim pancaroba yang harus kita waspadai," ungkapnya.

Menurutnya, bencana yang terjadi datang secara mendadak dan sulit untuk diprediksi dimana dan kapannya.

Oleh karenanya, pemahaman kepada semua pihak mengenai pentingnya kesiapsiagaan sangatlah penting dilakukan.

"Di tahun 2019 di Kota Yogyakarta telah terbentuk 115 KTB. Lebih dari 50 organisasi bekerja untuk mengantisipasi terjadinya bencana. Kota Yogyakarta sudah punya perangkat untuk antisipasi bencana," terangnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved