Pecahkan Rekor Muri, Fakultas Peternakan UGM Ingin Promosikan Sate Klatak

Pecahkan Rekor Muri, Fakultas Peternakan UGM Ingin Promosikan Sate Klatak

Tribun Jogja/Alexander Ermando
Dekan Fakultas Peternakan UGM Ali Agus saat membantu menyajikan Sate Klathak bagi pengunjung, Minggu (10/11/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Suasana di halaman Gedung Fakultas Peternakan (Fapet) UGM tampak ramai bukan kepalang pada Minggu (10/11/2019). P

anas yang terik pun tampaknya tak menyurutkan semangat orang-orang di sana.

Antusiasme ribuan orang tersebut muncul lantaran kehadiran puluhan ribu tusuk Sate Klathak. Sebanyak 10,011 tusuk Sate Klathak pun berhasil memecahkan rekor baru MURI.

Dekan Fapet UGM Ali Agus mengatakan Festival Sate Klathak sengaja digelar dalam rangka memperingati HUT ke-50 Fapet UGM.

"Sate Klathak kami pilih karena merupakan salah satu kuliner unik asli DIY," jelas Ali di lokasi acara.

Ali menjelaskan Sate Klathak tidak hanya menjadi salah satu sajian sate yang unik, tetapi juga bagian daging yang digunakan.

Berbeda dengan yang lain, Ali menyebut Sate Klathak lebih banyak menggunakan daging yang relatif murni atau sedikit lemak. Bahkan lemak-lemaknya justru tidak digunakan.

Daging murni disebut memiliki kandungan protein hewani yang lebih tinggi ketimbang daging berlemak, sehingga kebutuhan manusia akan protein bisa terpenuhi.

"Bisa dikatakan Sate Klathak merupakan sajian yang menyehatkan dengan daging murninya itu," papar Ali.

HUT Ke-50, Fakultas Peternakan UGM Pecahkan Rekor MURI Sate Klathak Terbanyak

Selain bermanfaat bagi tubuh manusia, meningkatnya konsumsi daging juga berdampak positif bagi sektor-sektor lainnya. Terutama secara ekonomi.

Menurut Ali, konsumsi daging yang meningkat akan berdampak positif bagi peternak, pembudidaya, pengolahan, hingga produsen pakannya. Masyarakat pun bisa lebih sejahtera.

"Tidak hanya sate, warung-warung yang menyajikan produk turunan daging juga bisa merasakan dampak positif," katanya.

Sementara Rektor UGM Panut Mulyono memandang peningkatan konsumsi daging juga akan berdampak pada program kesehatan pemerintah.

Sebab protein hewani membantu kecukupan nutrisi agar anak tumbuh menjadi sehat dan lebih cerdas. Protein juga bisa menjadi solusi stunting yang masih jadi persoalan saat ini.

"Ini juga menjadi tugas kita sebagai pendidik agar Indonesia bisa memiliki SDM yang kompetitif, sehat dan kuat," kata Panut.(Tribunjogja/Alexander Ermando)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved