Yogyakarta

Balai Yasa Yogyakarta Sukses Hidupkan Kembali Lokomotif Uap D1410

Benda hitam mengkilap itu merayap perlahan di jalur tes kawasan Balai Yasa Yogyakarta sementara beberapa petugas terlihat memeriksa beberapa komponen

Balai Yasa Yogyakarta Sukses Hidupkan Kembali Lokomotif Uap D1410
TRIBUNJOGJA.COM / Rento Ari Nugroho
Lokomotif uap D1410 ketika menjalani ujicoba di jalur tes Balai Yasa Yogyakarta, pekan lalu. Para petugas dan warga nampak antusias menyambut hidupnya lokomotif yang pernah lama menghuni museum ini. Rencananya, lokomotif uap ini akan dibawa ke Solo dan mendukung operasional KA Wisata Jaladara. 

Meski berstatus sebagai bengkel untuk lokomotif, namun mulai era dieselisasi kereta api di Indonesia pada era 1950, bengkel ini lebih banyak menangani lokomotif diesel.

Berakhirnya era lokomotif uap pada 1980an akhir membuat Balai Yasa tak lagi mengurusi jenis mesin yang mengandalkan air dan batubara, kayu atau minyak residu itu.

Sementara puluhan lokomotif uap berbaris menghuni museum kereta api, menjadi monumen, maupun dirucat,

Balai Yasa Yogyakarta fokus menangani lokomotif diesel, kereta rel diesel (KRD), maupun kereta pembangkit.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto mengatakan, ujicoba pada awal pekan kemarin tersebut tergolong sukses.

Tak ada hambatan berarti, dan lokomotif yang sempat menghuni Museum Transportasi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berhasil hidup dan bergerak kembali.

Balai Yasa Yogyakarta Pastikan Loko Kereta Api Siap Untuk Angkutan Lebaran

"Dari data kami, lokomotif ini buatan sekitar tahun 1921 oleh pabrikan Hanomag dari Jerman sementara sasisnya buatan Werkspoor dari Belanda. Dengan berat sekitar 71 ton, panjangnya 12,65 meter dan tinggi 3,78 meter," katanya kepada Tribun Jogja, kemarin.

Menurut Eko, lokomotif berkekuatan 268 daya kuda ini ini beserta satu lokomotif lain yang lebih besar dan panjang yakni D52 dibawa dari TMII ke Kawasan Stasiun Purwosari di Solo.

Sempat lama disimpan di sana, lokomotif uap D1410 kemudian dibawa ke Balai Yasa Yogyakarta untuk menjalani rehabilitasi untuk membuatnya berjalan kembali.

"Pengerjaannya selama 270 hari kerja. Alhamdulilah, lokomotif yang sempat lama sekali mati ini berhasil hidup kembali. Rencananya, tapi kami masih menunggu instruksi lebih lanjut, akan dibawa ke Solo. Ini dilakukan untuk mendukung operasional KA Wisata Jaladara.

Eko menjelaskan, KA Wisata Jaladara yang melayani rute Purwosari-Solo Kota selama ini memang hanya dilayani satu lokomotif uap. Dengan rencana dipakainya lokomotif uap D1410 ini, tentu akan menjadi pendorong yang baik.

"Jadi, misalnya ada lokomotif yang harus menjalani perawatan, masih ada lokomotif yang bisa menggantikan," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Rento Ari Nugroho
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved