Pendidikan

UGM Kembangkan Beras Sehat Analog Fungsional

Beras sehat analog fungsional dibuat menggunakan teknologi ekstrusi, sehingga menghasilkan bentuk bulir seragam yang mirip dengan bulir beras padi.

UGM Kembangkan Beras Sehat Analog Fungsional
istimewa
UGM Kembangkan Beras Sehat Analog Fungsional 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk mengangkat perekonomian masyarakat, Universitas Gadjah Mada (UGM) mendorong petani di Lombok Timur untuk mengembangkan beras sehat analog fungsional.

Beras sehat analog fungsional sendiri bisa dijadikan alternatif bahan pangan pokok, yang mana beras ini terbuat dari dari tepung mocaf, tepung jagung, tepung kacang gude (lebui), dan tepung rumput laut.

Di dalam pengembangan beras sehat analog fungsional, UGM melalui program CaRED UGM bersama New Zealand Foreign Affairs & Trade Aid Programme (Massey University) bekerjasama dengan Universitas Mataram, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Direktur Community Resilience and Economic Development Programme (CaRED) UGM, Ali Awaludin, menerangkan program pengembangan beras sehat analog fungsional ini dilaksanakan melalui kegiatan bertema Smalholder Livelihood Improvement Through Small Scale Functional Analog Rice Food-Base Processing Enterprise : An Action Research Approach to Smallholder Agribusiness and Food Processing Industrial Development in East Lombok – West Nusa Tenggara Province.

Dia menjelaskan, kegiatan pengembangan dimulai dengan penelitian beras sehat analog fungsional yang diketuai oleh Rumiyati (Farmasi UGM).

Penelitian dan pengembangannya sendiri sudah mulai dilakukan pada 2016 silam dan pendanaan program hingga 2019.

“Hasil dari program ini adalah beras sehat analog fungsional,” terangnya.

Grab Indonesia Resmi Jalin Kerjasama Strategis dengan UGM

Ali menerangkan, beras sehat analog fungsional dibuat dengan menggunakan teknologi ekstrusi, sehingga menghasilkan bentuk bulir seragam yang memiliki kemiripan dengan bulir beras padi.

Dia menjelaskan jika saat ini beras sehat analog fungsional telah diproduksi oleh UD.

Kaya Rasa di daerah Masbagik, Lombok Timur dan telah memiliki ijin PIRT serta Halal LPPOM MUI.

Selain itu produk ini juga telah melalui riset pasar yang diketuai oleh Sang Kompiang Wirawan, dari Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi dan tim UGM serta Rosmilawati dan tim UNRAM.

“Harapannya ke depan beras sehat analog fungsional ini dapat memiliki pasar yang lebih luas dan diterima serta dirasakan manfaatnya tidak hanya di wilayah NTB dan DIY, tetapi juga Indonesia secara luas,” katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved