Terungkap! Ada Kamera Dipasang di Toilet Perempuan UIN Makassar, Temuan Dilaporkan ke Polisi

Sebuah kamera terungkap dipasang di toilet perempuan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar

Terungkap! Ada Kamera Dipasang di Toilet Perempuan UIN Makassar, Temuan Dilaporkan ke Polisi
muslimin emba/tribun-timur.com
Terungkap, Ada Kamera Dipasang di Toilet Perempuan UIN Makassar, Temuan Dilaporkan ke Polisi 

Untuk mengkonfirmasi kabar ini, pihak wartawan kampus kembali mendatangi Wd I pada Rabu, 16 Oktober. Bukannya jawaban yang didapatkan, wartawan kampus malah dipingpong seperti bola. Wd I mengarahkan wartawan ke Wd II. Pukul 15.32, Wd II mengarahkan wartawan ke KTU dengan alasan KTU yang punya wewenang atas kasus ini.

Sampai hari ini, 29 Oktober 2019, kasus ini belum juga menemukan titik terang penyelesaian. Berakhir di ruang birokrasi. Ditutup rapat-rapat demi menjaga nama baik kampus yang memiliki jargon kampus peradaban.

Pelecehan Seksual Bukan Lelucon

Selasa, 15 Oktober 2019. Saya ke kampus UIN Alauddin Makassar setelah membuat janji untuk bertemu kawan kawan membahas kasus ini. Pertemuan berlangsung sore hari di pelataran Fakultas Adab dan Humaniora.

Sebelum bertemu kawan kawan yang melebur pada Komite Anti Pelecehan Seksual, saya menyempatkan diri menyeruput minuman dingin di cafetaria belakang FSH.

Di cafetaria, ada banyak kawan sejurusan saya. Saya lalu menyinggung soal kasus penemuan go pro di toilet. Ada yang merespon kaget karena tidak tahu. Ada yang tahu namun menanggapi dengan candaan seksis.

“Ededeh, perempuan ji toh yang direkam? liat duluee”.

“Masa? tapi nda papaji, biasa itu”

Birokrasi memang pandai menutupi kasus ini sehingga tidak tercium mahasiswa. Pun jika ada yang tahu, menganggap perekaman orang yang sedang buang air di toilet bukanlah hal yang musti ditanggapi serius. Tapi apa yang lucu dari merekam gambar seseorang buka celana di dalam toilet?. Hal yang sangat melanggar privasi.

Pelecehan apapun bentuknya bukanlah lelucon. Kampus harusnya bisa lebih responsif dan terbuka menangani kasus ini. Memihak kepada penyintas. Memberi hukuman berat kepada pelaku. Mengungkap identitasnya agar pelaku jera dan tidak terjadi hal yang serupa.

Halaman
1234
Editor: Rina Eviana
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved