Siswa Korban Klitih

Polda DIY : Pelaku Klitih Bisa Dijerat dengan Pasal Penganiayaan dan Pengrusakan

Ancaman hukuman yang bisa diberikan kepada pelaku klitih nantinya sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan dokter.

Polda DIY : Pelaku Klitih Bisa Dijerat dengan Pasal Penganiayaan dan Pengrusakan
TRIBUNJOGJA.COM
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Aksi Klitih yang terjadi di Yogyakarta memang membuat banyak warga geram.

Aksi tak bertanggung jawab ini, baru-baru ini mengakibatkan seorang siswa di sebuah SMA Negeri di Sleman harus menjalani operasi di bagian kepala karena terkena hantaman batu.

Menanggapi aksi-aksi klitih yang terjadi, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto menyampaikan kepada Tribunjogja.com, bahwa aksi klitih dapat dijerat dengan dua pasal berbeda.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

"Pasal penganiayaan dan pengrusakan itu dapat digunakan untuk menjerat para pelaku klitih yang tertangkap," tuturnya.

Dia juga menjelaskan bahwa memang tidak ada landasan hukum tersendiri bagi aksi Klitih.

"Jadi dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) klitih itu tidak ada. Yang ada penganiayaan dan pengrusakan," tuturnya.

Aksi Klitih di Tempel Masih dalam Penyelidikan Polisi

Lanjutnya, ancaman hukuman yang bisa diberikan kepada pelaku klitih nantinya sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan dokter.

"Jadi jika aksinya penganiayaan, Kita akan menunggu hasil visum yang dilakukan oleh dokter. Nantinya akan dibagi menjadi penganiayaan ringan dan berat, tergantung hasil visumnya," jelasnya.

Sedangkan untuk pengrusakan itu bisa dilihat dari benda atau barang yang dirusak. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved