Musim Penghujan di Yogyakarta Mundur Dua Dasarian, Ini Penjelasan BMKG

Musim Penghujan di Yogyakarta Mundur Dua Dasarian, Ini Penjelasan BMKG

Musim Penghujan di Yogyakarta Mundur Dua Dasarian, Ini Penjelasan BMKG
parenting.firstcry.com
parenting.firstcry.com, Ilustrasi Anak Kehujanan 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Musim penghujan untuk wilayah DIY diperkirakan akan mundur selama dua dasarian (dua puluh hari).

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Mlati, Reni Kraningtyas yang dihubungi Tribunjogja.com, Sabtu (9/11/2019) menyampaikan bahwa mundurnya musim penghujan ini dipengaruhi oleh dua faktor.

Menurutnya faktor utama yang mempengaruhi sulitnya terbentuk awan hujan adalah dinginnya suhu permukaan laut.

"Jadi suhu permukaan laut di perairan Indonesia masih dingin. Itu mengakibatkan sulit terbentuk awan hujan," jelasnya.

Selain itu, faktor lain yang menyebabkan mundurnya musim penghujan di wilayah DIY yakni angin Monsun Australia.

"Angin timur atau angin Monsun dari Australia sampai saat ini masih eksis bertiup menuju wilayah Indonesia. Angin Monsun ini sifatnya kering, tidak banyak membawa masa uap air sehingga tidak terjadi pembentukan awan hujan," pungkasnya.

Prakiraan Cuaca DIY, BMKG Beri Peringatan Dini Angin Kencang di Wilayah Yogyakarta Bagian Utara

Sementara itu, dikutip dari laman BMKG, pada Sabtu (9/11/2019) hari ini, BMKG memberikan peringatan dini potensi angin kencang di wilayah DIY bagian utara.

Kecepatan angin di wilayah DIY diperkirakan antara 10-30 km per jam.

Sedangkan untuk prakiraan cuaca, hari ini seluruh wilayah DIT akan diselimuti awan tipis sejak pagi hingga malam nanti.

Untuk suhu diperkirakan mencapai 22-29 derajat celcius dengan tingkat kelembaban udara mencapai 50-90 persen. (*)

Penulis: Andreas Desca
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved