Yogyakarta

Direktur Ditbinmas Pplda DIY : Angka Penganiayaan Pelajar Terus Ditekan Sejak 2017

Angka penganiayaan di jalanan ataupun lebih sering disebut Klitih sejak tahun 2017 terus ditekan oleh Polda DIY.

Direktur Ditbinmas Pplda DIY : Angka Penganiayaan Pelajar Terus Ditekan Sejak 2017
istimewa
Direktur Direktorat Pembinaan Masyarakat Kombes Pol Rudi Heru Susanto 

Laporan Reporter Tribunjogja.com, Andreas Desca Budi Gunawan

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Angka penganiayaan di jalanan ataupun lebih sering disebut Klitih sejak tahun 2017 terus ditekan oleh Polda DIY.

Direktur Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas), Kombes Pol Rudi Heru Susanto menjelaskan, bahwa ada beberapa langkah yang dilakukan Polda DIY sejak 2017 hingga saat ini untuk menekan adanya tindak penganiayaan atau klitih khususnya oleh Pelajar.

Dikatakan kepada Tribunjogja.com, Sabtu (9/11/2019) langkah pertama yang dilakukan diawali pada tahun 2017.

Saat itu aksi klitih masih marak terjadi dan pihaknya mencoba melakukan pemetaan serta mencari penyebabnya dengan mempertemukan kepala-kepala Sekolah dengan Kapolda.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

"Dari pertemuan tersebut dapat disimpulkan bahwa memang aksi klitih yang dilakukan ini merupakan aksi tindak penganiayaan oleh pelajar kepada pelajar lainnya. Dan mereka melakukan tanpa motif yang jelas," katanya.

Selain itu, tindakan klitih ini dilandasi dengan gagah-gagahan.

Jadi dengan melakukan klitih mereka merasa lebih hebat.

Dari hasil pertemuan tersebut, akhirnya Kapolda DIY dan Disdikpora DIY membuat sebuah perjanjian (MoU) yang intinya mengurangi dan mencegah pelajar sebagai pelaku dan korban kekeran.

Dilanjutkannya, selain itu Polda DIY juga memerintahkan polres untuk melakukan program SSDP (Satu Sekolah Dua Polisi).

Polda DIY : Pelaku Klitih Bisa Dijerat dengan Pasal Penganiayaan dan Pengrusakan

"Tugas utamanya ya untuk berkomunikasi dengan pihak kepala sekolah. Bisa penyuluhan dan juga tukar data informasi," katanya.

Dia juga menuturkan setelah program-program tersebut dilaksanakan, tingkat kejahatan penganiayaan atau klitih sudah menurun drastis.

"Aksi klitih memang masih ada, namun angkanya sudah sangat kecil. Sudah tidak semarak tahun 2017," tuturnya.

Namun untuk kejadian di Tempel beberapa waktu lalu, memang kita kecolongan.

"Walaupun demikian Polisi juga terus melakukan kegiatan seperti operasi dan patroli untuk mencegah aksi klitih," katanya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved