Bejat, Oknum Guru SD di Sumsel Cabuli Siswanya Sendiri, Ngaku Cium dan Peluk Murid di Gudang Sekolah

Bejat, Oknum Guru SD di Sumsel Cabuli Siswanya Sendiri, Ngaku Cium dan Peluk Murid di Gudang Sekolah

Bejat, Oknum Guru SD di Sumsel Cabuli Siswanya Sendiri, Ngaku Cium dan Peluk Murid di Gudang Sekolah
SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pencabulan terhadap bocah 

TRIBUNJOGJA.COM - Seorang guru seharusnya bisa contoh yang baik bagi siswanya.

Namun hal itu tak berlaku bagi A(51) oknum guru sekolah dasar di Mesuji Timur, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ini.

Bukannya memberikan contoh yang baik bagi siswanya, A diduga malah melakukan pencabulan terhadap siswanya.

Korbannnya tidak hanya satu, namun 9 orang.

Pelaku akhirnya ditangkap polisi setelah salah satu orangtua korban melaporkan perbuatan benjat pelaku ke Polres OKI.

Kapolres OKI AKBP Donni Ekas Syahputra mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, modus pelaku dalam melancarkan aksinya dengan cara memberikan tugas hafalan kepada korban untuk selanjutnya dites.

Saat dites, sambungnya, tidak dilakukan di depan kelas, tapi korban diajak ke gudang sekolah sendiran kemudian cabuli.

Dosen di Bali Pamitan ke Istri Ingin Bunuh Diri, Akhirnya Ditemukan Tewas Tergantung Dalam Rumah

Aksi bejat ini sendiri sudah dilakukannya selama 2 tahun.

Aksinya terbongkar setelah salah satu orangtua korban ada yang melapor, kalau anaknya telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan pelaku.

Sementara itu, A, oknum guru yang diduga melakukan pencabulan terhadap sembilan muridnya membantah telah melakukan perbuatan cabul.

Berikut fakta guru cabul asal OKI :

1. Ditangkap karena ada laporan dari korban

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syahputra
Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syahputra (KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA)

Donni mengatakan, A ditangkap polisi atas laporan salah seorang orangtua siswa pada tanggal 28 Oktober, yang mengadu kalau anaknya dicabuli oleh pelaku.

Atas dasar laporan itu polisi dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Ogan Komering Ilir segera melakukan pemeriksaan terhadap korban dan delapan siswa lainnya.

“Dari keterangan sembilan korban itulah polisi lalu bergerak hendak menangkap pelaku. Namun, saat itu pelaku tidak ada di tempat atau sudah meninggalkan desa,” kata Donny, di Mapolres OKI, Kamis (7/11/2019).

 2. Modus memberi hafalan kepada muridnya

ilustrasi pencabulan anak
ilustrasi pencabulan anak (net)

Donni menjelaskan, modus pelaku dalam melakukan aksi bejatnya adalah dengan memberikan tugas hafalan pada korban untuk selanjutnya dites.

“Namun, saat dites tidak dilakukan di depan kelas, tapi siswa diajak ke gudang sekolah sendiran untuk selanjutnya dilakukan pencabulan," ujarnya.

Usai melakukan perbuatan cabulnya, pelaku selalu mengancam korbannya agar tidak melapor ke orang lain.

3. Bantah perbuatannya dikategorikan pencabulan 

Saat diperiksa polisi, A bersikeras tidak mengakui apa yang diperbuatnya adalah masuk kategori pencabulan.

Namun, ia mengakui dirinya hanya memeluk dan mencium pipi siswinya, dan perbuatan itu dilakukan tidak melulu berdua dengan siswanya kadang bertiga dengan siswa lain yang turut dipanggilnya ke gudang sekolah.

Video Viral Siswa SMA Bermesraan di Taman Cikapudung Riverspot, Satpol PP Langsung Patroli Rutin

Menurutnya, apa yang dilakukannya terhadap sembilan muridnya tersebut untuk tujuan penguatan bagi siswanya agar mau belajar.

“Itu semua untuk penguatan saja, penguatan biar anak mau belajar,” kata A, Kamis (7/11/2019).

4. Bantah cabuli sembilan siswa

Setelah diamankan polisi, A (51) oknun ASN membantah siswa yang suka dipeluk dan diciumnya berjumlah sembilan orang, menurutnya hanya empat orang siswa yang diperlakukannya begitu.

“Kadang berdua, kadang bertiga, jumlahnya pun bukan sembilan tetapi hanya 4 anak,” kata bapak dengan tiga anak ini.

5. Hukuman A ditambah sepertiga dari ancaman 

Ilustrasi penjara
Ilustrasi penjara (HER CAMPUS via tribunnews)

Donni mengatakan, oknum ASN yang melakukan pencabulan terhadap sembilan siswinya akan mendapat tambahan sepertiga dari ancaman hukuman yang ditetapkan, hal itu dikarenakan pelaku merupakan tenaga pendidik.

Atas perbuatannya, A diancam Pasal 82 ayat 2 juncto 76E Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Namun, karena pelaku adalah tenaga pendidik maka terhadap pelaku dikenakan tambahan hukuman sepertiga dari ancaman hukuman. Pelaku juga langsung ditahan tanpa ada penangguhan,” katanya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Oknum Guru Cabuli 9 Muridnya di Gudang Sekolah, Modus Hafalan hingga Dilakukan Selama 2 Tahun", .

Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved