Tarung Derajat DIY Kirim 13 Atlet ke Ajang Pra Kualifikasi PON 2019

Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KODRAT DIY, Sugeng Widodo, menjelaskan rangkaian persiapan sudah dilakukan.

Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Atlet tarung derajad DIY berpamitan pada pengurus KONI DIY jelang mengikuti Pra-Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Bandung, 19-25 November 2019 mendatang. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengda Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) DIY mengirimkan 13 atlet ke ajang Pra-Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) di Bandung, 19-25 November 2019 mendatang.

Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KODRAT DIY, Sugeng Widodo, menjelaskan rangkaian persiapan sudah dilakukan.

Sehingga, ia berharap para atlet bisa menorehkan hasil yang memuaskan di Pra PON 2019, sekaligus dapat memenuhi kuota lolos PON kriteria KONI DIY dan PB PON.

"Training Center kita menyesuaikan jadwal atlet selama ini, tidak bisa ditentukan karena ada yang kuliah dan bekerja. Tapi InsyaAllah sebagai pendamping, kita bertekad meraih hasil semaksimal mungkin," kata Sugeng.

"KODRAT DIY ingin wujudkan target lolos ke PON sesuai kriteria KONI DIY," tambahnya,

Lebih lanjut, Sugeng mohon doa dan restu dari masyarakat DIY agar KODRAT DIY bisa mengirimkan wakilnya di PON Papua 2020 mendatang.

"Kepada ketum KONI DIY dan jajaran pengurus mohon doanya semoga apa yang diharapkan oleh KONI DIY sama dengan rekan-rekan yang lain kita lolos Pra PON dan kita bisa kirimkan atlet ke Papua," harapnya.

Dari ke-13 atlet yang dikirim, terdiri dari 8 putra dan 5 putri. Mereka yakni, Angga Saputra (49,1-52 kg), Rahmad Kurniawan (52,1-55 kg), Vergiawan (55,1- 57 kg), Saryono (57,1-61 kg), Taufiq Rizaldi (61,1-64 kg), Wiranata (64,1-67 kg), Bilal Sabari (67,1-70 kg), dan Willybrondus R (70,1- 75 kg).

Sedangkan atlet putri terdiri dari Bettika Yuni (45,1-50 kg), Muntamah (50,1-54 kg), Martha (54,1-58 kg), Arifah (58,1-62 kg), dan Wiwi Yulia Nanda (62,1-66 kg).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto, berpesan kepada para atlet untuk selalu fokus, konsentrasi, dan menjaga kondisi sehingga dapat menampilkan performa maksimal dalam pertandingan.

Selain itu juga harus memiliki semangat untuk fighting dan berjuang sekuat tenaga demi lolos PON.

Tak lupa untuk meminimalkan penggunaan gadget, sehingga tidak mengganggu recovery setelah bertanding. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved