Kasus Suap SAH Umbulharjo, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana dari Wali Kota Jogja ke Jaksa Eka

Kasus suap SAH Umbulharjo, KPK dalami dugaan aliran dana dari Wali Kota Joga ke Jaksa

Kasus Suap SAH Umbulharjo, KPK Dalami Dugaan Aliran Dana dari Wali Kota Jogja ke Jaksa Eka
TRIBUNJOGJA.COM / Yosef Leon
Sejumlah pengguna jalan terlihat mengantre dan kesulitan saat melewati Jalan Babaran akibat proyek SAH Supomo cs yang masih mangkrak, Sabtu (2/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kasus dugaan korupsi saluran air hujan (SAH) di Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta memasuki babak baru.

Komisi Pemberantasan Korupsi yang menangani kasus dugaan suap yang melibatkan jaksa dan kontraktor tersebut kembali melakukan pemeriksaan terhadap delapan saksi.

Pemeriksaan dilaksanakan pada Kamis(7/11/2019) kemarin.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik mendalami dugaan penerimaan dari Wali Kota Yogyakarta ke kantong jaksa Eka Safitra.

"KPK mendalami informasi terkait dengan dugaan penerimaan lain tersangka EFS (Eka Safitra) dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan wali kota," kata Febri dalam keterangan tertulis.

Eka merupakan jaksa pada Kejaksaan Negeri Yogyakarta yang jadi tersangka dalam kasus tersebut.

Febri tidak menguraikan nama-nama saksi yang diperiksa hari ini. Namun, Febri menyebut pemeriksaan digelar di Kantor BPKP Perwakilan Daerah Istimewa Yogyakarta di Bantul

Komisi pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap dalam lelang proyek rehabilitasi saluran air hujan di Kota Yogyakarta.

Tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK yakni Eka Safitra jaksa di Kejaksaan Negeri Yogyakarta sekaligus anggota TP4D, Satriawan Sulaksono jaksa di Kejaksaan Negeri Surakarta, dan Gabriella Yuan Ana sebagai Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri. (*)

Editor: has
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved