Agenda Jogja Hari Ini

Gandeng Desa Panggungharjo, ASEC Akan Gelar Konferensi Internasional Transformasi Ekonomi

ASEC akan menggelar Konferensi Internasional Transformasi Ekonomi 2019 pada 12-13 November mendatang.

Gandeng Desa Panggungharjo, ASEC Akan Gelar Konferensi Internasional Transformasi Ekonomi
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul
Chandra Firmantoko mengatakan dalam diskusi media ekonomi solidaritas sosial, Desa Panggungharjo memiliki indikator ekonomi solidaritas, Jumat (8/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Asian Solidarity Economy Council (ASEC) akan menggelar Konferensi Internasional Transformasi Ekonomi 2019 pada 12-13 November mendatang.

Konferensi ini mengambil tema Revitalizing Rural Economy Through Social Solidarity Economy.

Perwakilan ASEC, Chandra Firmantoko mengatakan, dalam konferensi ini akan melihat ekonomi solidaritas melalui sudut pandang Sustainable Development Goals (SDGs) yang dikeluarkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2015 lalu.

SDGs ini berisi 17 tujuan dengan 169 indikator capaian.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Dalam hal ini, menurut Chandra, SDGs tak hanya menjadi domain pemerintah tapi juga masyarakat.

Seperti BUMDes Panggung Lestari yang merupakan sebuah indikator dari ekonomi solidaritas diakomodasi ke dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

"Yang kami ingin katakan ke dunia adalah, SDGs bukan hanya domainnya pemerintah. Bahkan desa juga jadi kontributor SDGs yang sesungguhnya," ujar Chandra dalam paparannya saat diskusi media ekonomi solidaritas sosial, Jumat (8/11/2019) di Kampoeng Mataraman.

Ia melihat di pemerintahan, angka SDGs diperoleh seperti angka rapot yang bisa dibuat.

Namun, jika dilihat secara langsung di masyarakat menjadi lebih sustainable.

Seperti di desa, di dalamnya sudah terdapat tuntunan dan panduan tentang cara bermasyarakat yang berkelanjutan dengan memperhatikan kepentingan sesamanya, termasuk lingkungannya.

BKKBN Lakukan Pendataaan 63 Juta Keluarga, Ajukan Anggaran Rp 611 Miliar

Dalam gelombang krisis ekonomi, pelaku kegiatan ekonomi mikro dan kecil yang banyak berada di desa atau pinggiran kota, menunjukkan ketangguhannya dengan bertahan dalam krisis tersebut.

"Desa Panggungharjo salah satu desa yang berhasil menghimpun sumber daya dan mengelola secara bersama-sama sehingga jadi desa yang maju. Berbagai inisiatif diadakan termasuk dalam pengembangan sektor ekonomi untuk menjadikan desa mandiri," ujarnya.

Kegiatan perekonomian Panggungharjo menunjukkan apa yang dicita-citakan dalam SDGs, yaitu keseimbangan antara keuntungan dan manfaat.

"Ekonomi transformatif menjadi kegiatan sehari-hari dalam masyarakat. Kita tunjukkan, kita punya, tidak hanya konsep, tapi jadi bagian dari masyarakat. Kita undang peserta konferensi untuk belajar bersama di Panggungharjo dan juga akan mendengar praktik-praktik dari negara lainnya," paparnya.

Dalam konferensi ini ada beberapa negara yang akan memberi paparan yakni India, Srilanka, Hongkong, Malaysia, Thailand, Filipina. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved