Pendidikan

2 Mantan Rektor UII Dapat Anugerah Gelar Pahlawan

Dua Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) mendapatkan anugerah gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo.

2 Mantan Rektor UII Dapat Anugerah Gelar Pahlawan
Dok UII
Kampus Universitas Islam Indonesia (UII) difoto dari udara 

TRIBUNJOGJA.COM - Dua Mantan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) mendapatkan anugerah gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo Jumat (8/11/2019) di Jakarta.

Kedua mantan rektor tersebut yakni KH Abdul Kahar Muzakir yang merupakan Rektor UII pertama (1945-1960) dan Prof Dr Sardjito yang merupakan Rektor UII ketiga (1974-1970).

Rektor UII, Fathul Wahid menerangkan jika kedua mantan rektor tersebut memiliki jasa yang besar terhadap dunia pendidikan.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Menurutnya Kahar sendiri merupakan rektor perintis, dimana dia harus menghadapi masa-masa sulit pendidikan Islam saat itu.

"Beliau menanamkan nilai keislaman yang dipadukan dengan nilai intelektualitas. Di UII bertemunya ilmu pengetahuan dan agama," ungkapnya.

Sedangkan Sardjito, merupakan pelebat manfaat, dimana dia mampu membuka lima cabang UII di berbagai kota. 

"Sardjito membuka cabang UII di berbagai kota. Ada 5 kota dan dibuka juga fakultas eksakta, seperti teknik, farmasi, kedokteran. Sampai beliau meninggal pada tahun 1970 dan belum menyelesaikan tugasnya, UII sudah tersebar di 8 kota. Itu lebatnya buah yang dibuat oleh Sardjito," ungkapnya.

Memperjuangkan Keilmuan, Sardjito Dikukuhkan Sebagai Pahlawan Nasional

Fathul menjelaskan, jika pengajuan Kahar sebagai Pahlawan Nasional sudah dilakukan sebelum tahun 2014, dimana pihaknya sudah mengajukan sebanyak tiga kali namun selalu ditolak.

Sedangkan untuk Sardjito, pihaknya tidak ikut andil dalam pengajuan.

Menurutnya, yang mengajukan Sardjito adalah UGM, dimana tidak lain Sardjito merupakan rektor pertama UGM.

"Tiga kali pengajuan selalu ditolak, dan tahun 2018 diajukan lagi sampai tahun ini dikabulkan oleh Presiden, Kahar diabadikan sebagai nama Auditorium dan Sardjito untuk Gedung Kuliah Umum. Meskipun tidak ikut andil dalam pengajuan untuk Sardjito, UII selalu mendukung UGM dalam pengajuan yang dilakukan," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved