Kota Yogya

Musim Hujan, DLH Kota Yogya Prediksi Sampah Meningkat 20 Persen

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta memperkirakan terjadi peningkatan tonase sampah saat memasuki musim hujan.

Musim Hujan, DLH Kota Yogya Prediksi Sampah Meningkat 20 Persen
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta memperkirakan terjadi peningkatan tonase sampah saat memasuki musim hujan.

Kepala Seksi Penanganan Sampah DLH Kota Yogyakarta, Heryoko mengatakan selain sampah domestik, nantinya ada penambahan sampah dari pohon, seperti daun dan ranting.

"Musim hujan paling banyak (sampah) dari ranting dan daun. Patahan-patahan pohon akan semakin memperbanyak sampah di Kota Yogyakarta. Volumenya kan besar dan tidak bisa direduce dengan cepat, dampaknya nanti pada kapasitas tempat pembuangan sementara (TPS)," katanya, Kamis (7/11/2019).

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Pihaknya memperkirakan terjadi penambahan tonase sampah sekitar 20 persen.

"Sampah domestik cenderung stabil. Tonase sampah pasti meningkat, karena tonase ini kan karena basah. Semua sampah pasti tonasenya meningkat. Saat ini sampah sekitar 260 ton, mungkin meningkat 20 persen, tidak signifikan," sambungnya.

Meski akan meningkat (karena sampah pohon), pihaknya memastikan pengelolaan sampah tetap baik.

Proses pengambilan sampah di TPS juga tetap normal.

Sebab manajemen pengambilan sampah telah disesuaikan dengan volume sampah yang ada.

Menurut dia, yang menjadi tantangan saat musim hujan nanti adalah pengelolaan di tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan.

Terkait Sampah di Malioboro, Forpi: Perlu Tindakan Tegas

Jam operasional di TPA Piyungan mulai 06.00 hingga 17.00, sementara jalur masuk hanya satu, dan dilewati sekitar 150 truk.

"TPA Piyungan tidak menambah jam operasional. Tantangannya, yang atas (TPA Piyungan) harus bisa menyesuaikan dengan yang di bawah (Kota Yogyakarta)," ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi sampah dan menghindari sampah sekali pakai.

"Kami tentu akan terus mengedukasi masyarakat. Harapannya masyarakat bisa mengurangi sampah. Misalnya kalau belanja bawa tas sendiri, sehingga tidak perlu plastik yang nantinya akan dibuang," tutupnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved