Dua Karateka DIY Lolos ke PON Papua 2020

Dua karateka DIY yakni Amelia Dinda Salsabila dan Antonius Setiaji berhasil lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, 2020 mendatang.

Dua Karateka DIY Lolos ke PON Papua 2020
Istimewa
Karateka putri DIY, Amelia Dinda Salsabila didampingi pelatihnya Widha Sriyanto seusai bertanding di Pra Kualifikasi PON 2019 di Hall Basket Senayan Jakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM - Dua karateka DIY yakni Amelia Dinda Salsabila dan Antonius Setiaji berhasil lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua, 2020 mendatang.

Keduanya mengunci tiket ke PON 2020 Papua seusai bertarung di Pra Kualifikasi PON 2019 di Hall Basket Senayan Jakarta, yang berakhir, Rabu (6/11/2019) lalu.

Sekretaris Umum Pengurus Daerah (Pengda) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (FORKI) DIY, Paryono mensyukuri capaian yang diraih kontingen DIY yang berhasil meloloskan dua karateka ke PON 2020.

"Pengda FORKI DIY meloloskan dua atlet ke PON 2020 atas nama Antonius Setiaji (kumite +84 kg putra) dan Amelia Dinda Salsabila (kumite -68 kg putri), masing-masing menempati peringkat lima di Pra Kualifikasi PON 2019. Keduanya masuk dalam delapan besar di kelasnya, sehingga mereka tetap lolos ke PON 2020 Papua," ujar Paryono, Kamis (7/11/2019).

Menariknya, lanjut Paryono, kedua atlet ini merupakan atlet mandiri. Sebab, berdasarkan kriteria FORKI DIY, atlet yang berangkat ke Pra Kualifikasi PON 2019 ialah yang meraih juara 1 di Piala Mendagri maupun ajang Pekan Olahraga Daerah (PORDA) DIY Tahun 2019. Hal ini tak lepas karena adanya keterbatasan anggaran.

Sedangkan Antonius yang mewakili Kota Yogya dan Amelia dari Sleman hanya meraih medali perak di Porda DIY 2019 lalu.

Amelia mengaku tak menyangka bisa memastikan satu tiket ke PON 2020 mendatang. Sebab, di Pra Kualifikasi PON 2019 tak ada target khusus yang ia patok.

"Perasaannya sih yang jelas senang,dan nggak nyangka bisa lolos PON,karena sebenarnya juga tidak pasang target. Bagi saya yang terpenting main bagus,lepas,dan maksimal," ujar Amelia.

Masih Ingin Terus Bermain, Striker PSIM Cristian Gonzales Tetap Berlatih Untuk Jaga Kebugaran Fisik

"Sebab, Pra PON kemarin merupakan yang pertama bagi saya, dan InsyaAllah PON 2020 Papua juga menjadi PON pertama saya," tambahnya.

Lebih lanjut, Amelia menceritakan, persaingan berebut tiket ke PON 2020 sangatlah ketat. Sebab, atlet dari setiap daerah telah melakoni persiapan yang matang serta berusaha menunjukkan seluruh potensi yang dimiliki.

"Persaingannya sungguh luar biasa ketat. Persiapan yang matang dari masing-masing daerah benar-benar ditunjukkan kemarin. Bahkan peraih medali emas Asian Games 2018 lalu saja belum bisa lolos PON 2020, ini menunjukkan kalau persaingannya benar-benar luar biasa," ungkapnya.

Nah, pada PON 2020 mendatang, Amelia bertekad menorehkan prestasi terbaik bagi DIY sekaligus menorehkan tinta emas bagi perjalanan karirnya.

"Karena sebenarnya di Pra PON saya tidak menargetkan apa-apa namun ternyata Alhamdulillah lolos, jadi untuk di PON 2020 nanti saya akan lebih bersungguh-sungguh lagi. Lebih mempersiapkan kemampuan saya lagi, semoga saya bisa naik podium untuk PON 2020 nanti," harapnya. (Tribunjogja/Hanif Suryo)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved