Tim Gateball DIY Gagal Raih Medali di Pra Kualifikasi PON 2019
Dalam kejuaraan nasional tahun lalu, kontingen DIY berhasil meraih dua medali perunggu dari nomor ganda campuran dan ganda putri.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Harapan tim gateball DIY meraih medali di ajang Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) 2019, pupus sudah.
Pada Kualifikasi Pra PON 2019 cabor gateball yang diselenggarakan di Balige, Toba, Sumatera Utara, 29 Oktober - 2 November lalu, tim gateball DIY gagal meraih medali.
Prestasi terbaik atlet-atlet DIY hanya mampu masuk ke babak 8 besar untuk nomor beregu campuran, triple putri, ganda putri dan tunggal putri.
Selain keempat nomor tersebut, prestasi DIY hanya mampu meloloskan atlet hingga babak 16 besar untuk nomor triple putra dan ganda putra.
Sedangkan untuk nomor beregu putra, beregu putri, triple campuran, ganda campuran dan tunggal putra gagal, seluruhnya harus rela tersisih sejak babak fase grup.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) DIY, Setyo Mawarto, mengatakan untuk ajang Pra PON kali ini pihaknya memang harus mengakui bahwa prestasi atlet-atlet DIY masih belum maksimal.
Atas hasil ini, pihaknya akan segera melakukan evaluasi guna bisa meraih hasil lebih baik ke depannya.
"Berdasarkan evaluasi yang telah kami lakukan, hasil di Pra PON ini memang jauh dari target yang telah ditetapkan. Karena sebelumnya, untuk hasil di kejuaraan nasional, DIY bisa dapat dua medali perunggu di ganda campuran dan putri," ujarnya.
Padahal, dalam kejuaraan nasional tahun lalu, kontingen DIY berhasil meraih dua medali perunggu dari nomor ganda campuran dan ganda putri.
Menurutnya, peta persaingan tahun ini kian ketat. Terlebih tim-tim asal Sulawesi dan Bali yang menunjukkan perkembangan pesat dan menjadi salah satu peserta dengan kualitas terbaik.
"Namun, dengan persaingan itu, kami tetap melihat para atlet kali ini bermain dengan baik meski belum maksimal. Pasalnya, fasilitas tidak ada dan waktu latihan kami yang kemarin memang tidak banyak," ujarnya.
Tanpa berupaya untuk mencari kambing hitam atas kegagalan di ajang Pra PON kemarin, Setyo juga menilai, faktor fisik para atlet yang harus menempuh perjalanan jauh ke lokasi kejuaraan juga membuat penampilan mereka kurang prima.
"Apalagi saat di lokasi, kondisi lapangan yang digunakan juga tak maksimal karena becek," jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bertolak-ke-pra-pon-kontingen-gateball-diy-bertekad-tampil-maksimal.jpg)