Nasional

Pemenang Diharapkan Dorong Kerjasama Pembangunan dengan Negara Berkembang

Pemerintah Indonesia diharapkan mendorong kerja sama pembangunan dengan negara-negara berkembang dalam bentuk kerja sama selatan-selatan.

Pemenang Diharapkan Dorong Kerjasama Pembangunan dengan Negara Berkembang
Istimewa
Annual Convention on the Global South yang bertajuk ‚ÄúRethinking International Relation in the Era of Technological Disruption, 5-6 November di ruang balai Senat UGM. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Indonesia diharapkan mendorong kerja sama pembangunan dengan negara-negara berkembang dalam bentuk kerja sama selatan-selatan.

Sebab Indonesia dianggap negara yang menginisiasi kerja sama selatan selatan lewat Konferensi Asia Afrika yang pernah dilaksanakan pada tahun 1955 di Bandung.

Demikian beberapa hal yang mengemuka dalam Annual Conventioan on the Global South yang bertajuk “Rethinking International Relation in the Era of Technological Disruption, 5-6 November di ruang balai Senat UGM.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Fisipol UGM ini menghadirkan beberapa orang pembicara diantaranya Guru Besar Bidang Hubungan Internasional UGM Prof. Mohtar Mas’oed, dan pengajar Ilmu Politik Hubungan Internasional Universitas of Delhi, India, Prof. Ashok Acharya.

Presiden Jokowi Ajak Bangsa Asia Afrika Reformasi PBB

Ashok mengatakan semangat dari pertemuan Bandung masih sangat relevan hingga sekarang.

Menurutnya solidaritas dari negara tersebut perlu diperkuat kembali dengan mengangkat isu yang menjadi persoalan bersama.

“Kita ingin mengembalikan spirit Bandung sebagai bentuk kerja sama transnasional dalam mengkampanyekan isu ketidakadilan global,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (6/11/2019).

Sebagian besar negara kawasan selatan-selatan menghadapi permasalahan yang hampir sama yakni tingkat kemiskinan dan tingkat kelaparan yang parah, konflik, penyakit, migrasi, pelanggaran hak asasi.

Selain itu negara Asia dan Afrika dihadapkan pada isu ketidaksetaraan global, eksploitasi sumber daya, perdagangan internasional, perubahan iklim, pengungsi migran, dan kewarganegaraan global.

Tim Taekwondo Universitas AMIKOM Yogyakarta Sabet 5 Medali pada Kejuaraan Internasional di Bali

Isu-su tersebut menurutnya perlu mendapat perhatian dari para pemimpin negara negara Asia dan Afrika sebab menurutnya, sekitar satu persen populasi orang kaya di dunia telah menguasai 46 persen tingkat kesejahteraan global.

Halaman
12
Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved