Menilik Kesiapan dan Tugas Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta : Mental Jadi Modal Utama

Selain bergelut dengan panasnya api, ada hal lain seperti penyelaman atau rescue yang harus siap dijalani para anggota.

Menilik Kesiapan dan Tugas Tim Rescue Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta : Mental Jadi Modal Utama
Tribun Jogja/ Andreas Desca Budi Gunawan
Seorang anggota tim rescue Dinas Pemadam Kebakaran Kota Yogyakarta memperlihatkan berbagai alat kelengkapan penyelamatan, Rabu (6/11/2019) 

"Jadi waktu itu petugas harus masuk dengan kondisi terbalik karena sumur yang sempit, jadi kepala kita di bawah. Belum lagi jika kondisi korban ada yang mengalami luka, kalau mentalnya nggak kuat lalu pingsan, bisa malah ikut terjebak," jelasnya.

Dia juga menuturkan bahwa awal ketertarikan bergabung menjadi tim rescue ketika berbincang dengan salah satu komandan pletonnya yakni Rasdan Haroni.

"Dulu beliau selalu berpesan kalau mental harus digembleng dulu, untuk hal lainnya menyusul. Jadi kemampuan tali menali pun saya pelajari sendiri di rumah selama hampir satu tahun, sampai istri pernah bilang kok cuma mainan tali terus," katanya.

Setelah mental terbentuk, lalu diimbangi dengan penguasaan berbagai tehnik penyelamatan dan penggunaan alat.

"Contohnya saat kita harus merubuhkan tembok dengan palu besar, kalau tekniknya tidak dikuasai pasti hanya akan menghabiskan energi. Tapi jika tahu tehniknya dan dieksekusi sesuai tehnik, pasti akan lebih efektif," jelasnya.

Gunawan juga memberikan contoh bagaimana menggunakan berbagai perlengkapan penyelamatan kepada tribunjogja.com.

Di sini terpantau alat-alat yang digunakan sudah cukup lengkap, mulai dari penghancur beton hingga alat evakuasi sarang lebah sudah siap untuk digunakan ketika ada laporan masuk. (*)

Penulis: Andreas Desca
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved