Breaking News:

Kronologis Gadis di Bawah Umur Asal Lumajang jadi LC dan PSK di Tempat Karaoke di Malang

Kronologis Gadis di Bawah Umur Asal Lumajang jadi LC dan PSK di Tempat Karaoke di Malang

Editor: Hari Susmayanti
surya malang/erwin wicaksono
Tiwi Rahayu alias Reva (bertopeng) saat ditunjukkan dalam rilis di Polres Malang, Rabu (6/11/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Polres Malang berhasil membongkar kasus prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di wilayah Sumberpucung.

Dalam kasus ini, polisi berhasil menangkap Tiwi Rahayu alias Reva (32), pengelola tempat karaoke yang diduga memperkerjakan gadis di bawah umur sebagai pemandu lagu sekaligus PSK.

”Di tempat karaoke itu, yang bersangkutan diketahui memperkerjakan 4 orang. Dua di antaranya masih anak-anak yang berusia 15 tahun. Selain disuruh untuk menemani tamu saat berkaraoke (LC), para anak di bawah umur ini juga dipekerjakan melayani pria hidung belang untuk berhubungan badan,” ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung ketika gelar rilis di Polres Malang, Rabu (6/11/2019).

Ujung mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari laporan yang diterima Polsek Sumberpucung, Senin (4/11/2019). 

Laporan itu menerangkan, korban diketahui sudah kabur dari rumahnya yang berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sejak 31 Oktober 2019.

Setelah berupaya mencari keberadaan remaja berusia 15 tahun, keluarga mendapati petunjuk bahwa anggota keluarganya bekerja di salah satu tempat di wilayah Kecamatan Sumberpucung.

Petugas kepolisian akhirnya melakukan penyelidikan. 

Ujung menuturkan, anggotannya mendapat informasi yang  menerangkan Melati dipekerjakan di salah satu tempat karaoke yang berlokasi di Desa/Kecamatan Sumberpucung.

Viral Medsos, Wanita di Sumedang Tiba-tiba Lahirkan Bayi Meski Masih Menstruasi Setiap Bulan

Di sana Melati dipekerjakan sebagai seorang pemandu lagu. 

Saat digerebek, Melati sedang bekerja di tempat karaoke tersebut. 

Untuk kepentingan penyidikan, kasus ini akhirnya dilimpahkan ke UPPA (Unit Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Malang.

Di tempat karaoke tersebut, terdapat 10 ruangan.  Ruangan tersebut digunakan untuk karaoke juga dijadikan tempat untuk para tamu yang ingin melakukan hubungan badan.

"Setiap kali korban mendapatkan upah dari setiap user (tamu) yang datang, tersangka mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 25.000 per jam dari layanan menemani tamu karaoke, dan Rp. 35.000 jam untuk boking layanan seksual. Tersangka juga membuatkan korban KTP yang dipalsukan usianya (dewasa) serta melarang korban keluar dari rumah," ungkap Ujung. (*)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Remaja Lumajang Dilaporkan Hilang, Ternyata Dipekerjakan Jadi Purel dan PSK di Tempat Karaoke, .

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved