Bisnis

Indeks Harga Konsumen Kota Yogyakarta Alami Inflasi 0,18 Persen di Oktober 2019

Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan, dari 134,18 pada September 2019 menjadi 134,42 pada Oktober 2019.

Indeks Harga Konsumen Kota Yogyakarta Alami Inflasi 0,18 Persen di Oktober 2019
internet
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pada Oktober 2019, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Yogyakarta mengalami inflasi 0,18 persen sesuai data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) DIY awal November ini.

Indeks Harga Konsumen (IHK) mengalami kenaikan, dari 134,18 pada September 2019 menjadi 134,42 pada Oktober 2019.

Inflasi terjadi karena naiknya harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan jadi minuman, rokok & tembakau naik 0,24 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar naik 0,21 persen; kelompok sandang naik 0,29 persen; kelompok kesehatan naik 0,15 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga naik 1,41 persen dan kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan naik 0,12 persen.

Sedangkan kelompok bahan makanan turun 0,45 persen.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Sementara, tingkat inflasi tahun kalender (Oktober 2019 terhadap Desember 2018) sebesar 1,98 persen dan tingkat inflasi dari tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018) sebesar 3,04 persen.

"Sumbangan paling besar di pendidikan. Saya menebaknya, ini tidak hanya Yogyakarta saja. Ada yang naik tinggi ada yang tidak tinggi," tutur Kepala BPS DIY, Heru Margono, Selasa (5/11/2019).

"Beberapa komoditas mengalami kenaikan harga pada Bulan Oktober 2019 sehingga memberikan andil mendorong terjadinya inflasi di antaranya akademi/perguruan tinggi naik 5,31 persen dengan memberikan andil 0,11 persen," jelasnya.

BI Bersama TPID DIY Terus Jaga Angka Inflasi Agar Tidak Naik

Lanjutnya, untuk bahan bakar rumah tangga naik 1,26 persen dengan memberikan andil sebesar 0,04 persen; daging ayam ras naik 3,87 persen dengan memberikan andil sebesar 0,03 persen; bawang merah dan ayam goreng naik 6,48 persen dan 1,92 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,02 persen.

Sebaliknya, ada komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menahan laju inflasi di antaranya cabai merah dan telur ayam ras yang turun 14,18 persen dan 7,20 persen dengan masing-masing memberikan andil sebesar -0,04 persen, cabai rawit turun 14,70 persen dengan memberikan andil sebesar -0,03 persen. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Amalia Nurul F
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved