Nasional

Tjahjo Kumolo Sebut Larangan Pakai Cadar Hanya di KemenPANRB

Untuk daerah dan kementerian lain, Tjahjo menyebutkan kebijakan ini tidak mengikat.

Tjahjo Kumolo Sebut Larangan Pakai Cadar Hanya di KemenPANRB
TRIBUNJOGJA.COM / Agung Ismiyanto
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo menegaskan saat ini kebijakan pelarangan penggunaan cadar di lingkungan kantor baru diterapkan di lingkungan KemenPANRB.

Untuk daerah dan kementerian lain, Tjahjo menyebutkan kebijakan ini tidak mengikat.

Tjahjo menegaskan lembaga dan kementrian punya hak mengatur cara berpakaian pegawainya.

Di lingkungan KemenpanRB ada seragam putih, seragam Korpri yang bisa digunakan sebagai busana resmi selama di kantor.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

“Maka, di kantor jangan pakai cadar. Kalau di luar kantor silakan pakai cadar. Kalau instansi lain kita serahkan kebijakan masing masing instansi baik di Pemda maupun instansi lain. Kalau di KemenPANRB wajib (tidak pakai cadar),” ujarnya usai kunjungan kerja di Kepatihan Yogyakarta, Senin (4/11/2019).

Tjahjo juga menjelaskan, kebijakan melarang cadar ini bukan berarti melarang menjalankan ibadah sesuai kepercayaan.

Hanya saja pihaknya butuh koordinasi sehingga sangat wajar jika harus mengetahui muka para pegawai yang diajak koordinasi.

Ungkapan Kesedihan Wali Kota Tasikmalaya : Kami Berduka dan Kehilangan Sosok Afridza

Dalam kesempatan itu, Tjahjo juga berbicara mengenai pentingnya aparatur sipil negara (ASN) memahami pentingnya ideologi negara.

Dengan demikian upaya mencegah radikalisme bisa dilakukan bersama.

Dia juga menjelaskan, perlunya wawasan kebangsaan untuk pencegahan radikalisme dan terorisme.

"Semua harus dihormati dan berhak menjalankan ibadah, berorganisasi dengan menjaga kebhinekaan, jadi harus dicegah paham radikalisme,” tegasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved