Breaking News:

Seto Nurdiyantoro Bocorkan Faktor PSS Sleman Menjelma Sebagai Tim Jago Tandang

Catatan unik itu yakni jumlah kemenangan dan poin yang dikumpulkan pada laga tandang justru lebih banyak dari pada saat bermain di kandang.

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Rina Eviana
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
Pemain PSS Sleman, Jajang Sukmara, berduel dengan pemain Persipura Jayapura pada lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Kamis (19/9/2019) kemarin. 

Seto Nurdiyantoro Bocorkan Faktor PSS Sleman Menjelma Sebagai Tim Jago Tandang

Laporan Reporter Tribunjogja.com,  Almurfi Syofyan

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman memiliki catatan unik selama menjalani Liga 1 musim 2019 hingga pekan ke-26.

Catatan unik itu yakni jumlah kemenangan dan poin yang dikumpulkan pada laga tandang justru lebih banyak dari pada saat bermain di kandang.

Bahkan untuk sementara PSS Sleman menghuni peringkat satu sebagai tim paling banyak meraih kemenangan di laga tandang dengan torehan 6 kemenangan, 2 kali seri dan 6 kali kalah dengan torehan 20 poin.

PSS Sleman unggul atas Persipura Jayapura di peringkat kedua yang baru mencatatkan 5 kemenangan, 3 seri dan 4 kali kalah.

Begitupun atas Bali United yang ada di peringkat ketiga dengan 5 kemenangan, 3 kali seri, dan 3 kali kalah.

Pemain PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili berebut bola dengan pemain PSIS Semarang, Arthur Bonai saat laga lanjutan kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam laga tersebut tuan rumah PSS SLeman kalah dari tim tamu PSIS SEmarang dengan skor 1-3.
Pemain PSS Sleman, Yevhen Bokhashvili berebut bola dengan pemain PSIS Semarang, Arthur Bonai saat laga lanjutan kompetisi Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (17/7/2019). Dalam laga tersebut tuan rumah PSS SLeman kalah dari tim tamu PSIS SEmarang dengan skor 1-3. (TRIBUNJOGJA.COM / Hasan Sakri)

Namun saat bermain di kandang justru permainan Bagus Nirwanto dan kawan-kawan kurang maksimal.

Laskar Sembada hanya mampu meraih 4 kali menang, 7 kali seri dan 1 kali kalah dengan catatan 19 poin.

Padahal jika dilihat secara dukungan, justru saat bermain di kandang penggawa Super Elang Jawa lebih banyak mendapat dukungan suporter setianya dari pada saat bermain tandang.

Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro, menyebut ada beberapa faktor dari sisi teknis dan nonteknis yang mempengaruhi permainan timnya saat bermain di kandang maupun tandang.

Pemain Persipura Jayapura melepaskan umpan dengan pengawalan ketat dari pemain PSS Sleman dalam laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Kamis (19/9/2019). Laga akhirnya berakhir dengan skor 1-1.
Pemain Persipura Jayapura melepaskan umpan dengan pengawalan ketat dari pemain PSS Sleman dalam laga lanjutan Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo, Kamis (19/9/2019). Laga akhirnya berakhir dengan skor 1-1. (Tribun Jogja/Hanif Suryo)

"Mungkin salah satu faktor non teknisnya karena keinginan pemain yang terlalu besar memenangkan pertandingan justru bisa jadi beban," ujar Seto Nurdiyantoro.

Menurut Seto pada sisi teknisnya karena tim tamu biasanya lebih fokus dalam bertahan dan mencermati pola permainan tim tuan rumah.

"Tim tamu saat tandang lebih konsentrasi defence lebih bagus. Fokus untuk laga juga lebih jadi kami kesulitan untuk membongkar pertahanan," ujarnya.

"Dan kalau away kenapa kita banyak curi poin karena, tim tuan rumah suka bermain terbuka dan kami juga terbuka. Kalau buka-bukaan kan asik," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved