Liga Inggris

LIGA INGGRIS: Akibat Ujaran Kebencian, Pemain Arsenal Granit Xhaka Merasa Tertekan

Situasi Granit Xhaka di Arsenal telah terlihat seberapa tekanan pesepakbola, menurut Ben Davies Tottenham. Ben Davies dari Tottenham mengatakan rekan

LIGA INGGRIS: Akibat Ujaran Kebencian, Pemain Arsenal Granit Xhaka Merasa Tertekan
Premier League
Kapten Arsenal Granit Xhaka 

TRIBUNJOGJA.COM - Situasi Granit Xhaka di Arsenal telah terlihat seberapa tekanan pesepakbola, menurut Ben Davies Tottenham. Ben Davies dari Tottenham mengatakan rekan satu timnya akan mengesampingkan persaingan untuk membantu Granit Xhaka Arsenal setelah masalah kapten The Gunners dengan pendukung klub.

Xhaka tidak tampil untuk Arsenal melawan Wolves pada hari Sabtu. Sementara itu, Unai Emery memilih untuk meninggalkan pemain internasional Swiss itu setelah konfrontasi dengan para penggemar selama pertandingan kandang dengan Crystal Palace, Minggu lalu.

Akibat Ujaran Kebencian, Pemain Arsenal Granit Xhaka Merasa Tertekan
Akibat Ujaran Kebencian, Pemain Arsenal Granit Xhaka Merasa Tertekan (instagram.com/granitxhaka)

Gelandang itu dicemooh oleh beberapa bagian pendukung Arsenal saat ia diganti, ia pun menangkupkan telinganya dan tampaknya bersumpah pada para penggemar saat ia pergi sebelum melepas bajunya dan berjalan lurus ke bawah terowongan.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di akun Twitter resmi Arsenal, Xhaka menjelaskan tindakannya merupakan konsekuensi dari pelecehan yang ditujukan kepadanya pada pertandingan dan di media sosial, termasuk ancaman kematian terhadap keluarganya.

Dia juga dilaporkan dikunjungi oleh beberapa rekan setim Arsenal setelah undian Palace, yang mencoba menghiburnya. Sebagai pelatih Emery pun menggambarkan suasana hatinya yang tampak kesal dan sedih. 

Davies pun turut menyatakan simpatinya terhadap situasi Xhaka sekaligus mengungkapkan pesepak bola 27 tahun itu sempat berkonsultasi dengan psikolog mengenai tekanan bermain di level tertinggi untuk klub dan negaranya. 

Granit Xhaka
Granit Xhaka (Premier League)

"Saya berbicara dengan seorang psikolog yang kami miliki di Wales dan dia mengatakan bahwa para pemain sepak bola benar-benar berada dalam kecemasan ketika kinerja mereka dikritik oleh jutaan orang di setiap pertandingan," kata Davies seperti dikutip oleh The Mirror.

Bagi bek 26 tahun itu, hal yang dialami Xhaka ketika merasa tertekan dan berkonsultasi pada psikolog adalah hal normal. 

“Itu normal dan itu adalah sesuatu yang perlu dibicarakan lebih lanjut, lalu apalagi yang bisa Anda lakukan jika rekan setim Anda mencoba membantu. Di seluruh sepakbola, tidak ada yang ingin melihat pemain dicemooh. Saya bisa mengerti jika hal-hal ini terjadi, itu bagian dari permainan," 

Pemain Spurs itu menambahkan penilaian orang terhadap kondisi Xhaka saat ini tampak tidak perduli. 

Halaman
123
Penulis: Bunga Kartikasari
Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved