Yogyakarta

Jadikan DIY Segitiga Emas, Pengamat Minta Proyek Jalan Tol Tidak Marginalkan Rakyat Kecil

Ada sejumlah kecamatan yang masuk dalam Kawasan Perkotaan Yogyakarta (KPY). Serta, kawasan Aglomerasi Perkotaan Yogyakarta (APY).

Jadikan DIY Segitiga Emas, Pengamat Minta Proyek Jalan Tol Tidak Marginalkan Rakyat Kecil
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proyek pembangunan jalan tol Solo-Yogya-Bawen diminta untuk memprioritaskan ekonomi rakyat.

Jangan sampai dengan akses jalan bebas hambatan ini sekadar memfasilitsi kelas menengah dan justru semakin memarginalkan rakyat kecil.

Apalagi, tol ini akan menumbuhkan kawasan segitiga emas di DIY.

Hal ini disampaikan Kepala pusat studi kajian pembangunan jurusan Pembangunan Sosial dan Kesejahteraan (PSdK) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) UGM, Dr Hempri Suyatna, menanggapi rencana proyek tersebut.

Hempri meminta pemerintah juga matang dalam rencana tersebut.

Antisipasi Proyek Jalan Tol, Pemkab Sleman Siapkan RDTR

"Saya kira memang harus dipikirkan dampak-dampak sosial dan ekonomi dari pembangunan jalan tol tersebut. Khususnya dampak-dampak negatifnya, " ujarnya kepada Tribun Jogja, Minggu (3/11/2019).

Dia menyebutkan, beberapa dampak negatif dari adanya proyek ini diantaranya adalah akan mengakibatkan tergusurnya lahan pertanian dan warung warung rakyat yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Oleh karena itu perlu ada strategi untuk mengatasinya.

"Misalnya menyiapkan sumber-sumber pekerjaan baru yang bisa menjadi pengganti pekerjaan lama, " katanya.

Halaman
123
Penulis: Agung Ismiyanto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved