Kota Yogyakarta

BPBD Kota Yogya Minta Warga Pinggir Sungai Mulai Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mulai bersiap menghadapi musim hujan.

BPBD Kota Yogya Minta Warga Pinggir Sungai Mulai Waspada
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mulai bersiap menghadapi musim hujan.

Salah satu persiapan yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di pinggir sungai.

Kepala BPBD Kota Yogyakarta, Hari Wahyudi mengatakan pihaknya telah menginstruksikan kepada kampung tangguh bencana (KTB) tepi sungai untuk mengamati perubahan sungai.

Menurut dia, bencana yang mungkin melanda kota Yogyakarta adalah banjir. Untuk itu, perlu ada peningkatan kewaspadaan.

Hadapi Musim Hujan, Warga dan Relawan Malioboro Classical Jogja Bersih-bersih Selokan Mataram

"Kami sudah sampaikan kepada masyarakat yang tinggal di tepi sungai. Kami minta masyarakat untuk melihat keadaan yang nampak saja. Harapannya KTB tepi sungai lebih waspada lagi," katanya, Minggu (3/11/2019).

Pihaknya juga telah memperbaiki beberapa early warning system (EWS) di beberapa titik. Ada beberapa EWS yang masih bermasalah.

"EWS sudab dipasang, beberapa yang bermasalah juga diperbaiki. EWS ini kan juga penting, nanti EWS akan memberitahu air meningkat. Jadi yang bermasalah harus diperbaiki. EWS juga sudah dipasang di titik-titik yang penting, seperti daerah rawan dan padat penduduk,"sambungnya.

Saat ini EWS telah terpasang di Sungai Code, Winongo, dan Gajah wong.

Untuk sungai code, EWS ditempatkan di daerah Sleman. Hal itu karena sungai Code mendapat aliran dari Merapi.

"Kalau misal banjir, sungai Code lebih siap. Karena informasi ketinggian air bisa diketahui lebih awal. Aliran dari Pos satu barat Merapi view, butuh satu jam untuk sampai kota. Masyarakat bisa bersiap-siap. Beda dengan yang lain, karena masih dipasang di lingkup kota,"ujarnya.

Selain waspada banjir, BPBD Kota Yogyakarta juga mewaspadai talud longsor.

Hal itu karena ada beberapa talud yang berongga.

"Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan sungai, jangan membuang sampah di sungai. Juga jangan mengambil pasir di sungai. Kalau satu orang mengambil dua ember, dan disusul yang lain, tentu pinggir talud bisa berongga, bahkan longsor jika terkikis air dengan aliran deras," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved