Kota Yogya

Warga Batikan Tanam Jagung di Area Proyek Saluran Air Hujan yang Mangkrak

Langkah ini ia ambil lantaran prihatin proyek tersebut tak kunjung dilanjutkan dan justru membuat kondisi sekitar rumahnya kotor dan berantakan.

Warga Batikan Tanam Jagung di Area Proyek Saluran Air Hujan yang Mangkrak
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Pohon Jagung yang ditanami warga tumbuh tinggi sekira 100-120 cm. Pohon jagung ini menjadi bentuk inisiatif warga Batikan Umbulharjo Kota Yogyakarta melihat proyek salurah air hujan (SAH) yang mandeg beberapa bulan terakhir. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemandangan unik tersaji di Kampung Batikan, tepatnya di Jalan Babaran No 21 Batikan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Pasalnya, pohon jagung tampak tumbuh subur di sebagian aspal jalan raya yang membelah kampung tersebut.

Pohon jagung tersebut tumbuh di atas tanah bekas galian proyek saluran air hujan (SAH) yang mandeg beberapa bulan terakhir.

Posisinya bahkan sampai memakan separuh jalan dan tak memungkinkan kendaraan roda empat melalui jalan tersebut.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Murtini, penanam jagung tersebut menuturkan, pohon jagung tersebut memang sengaja ia tanam sejak September 2019 lalu.

Langkah ini ia ambil lantaran prihatin proyek tersebut tak kunjung dilanjutkan dan justru membuat kondisi sekitar rumahnya kotor dan berantakan.

"Bukan mau protes atau apa tapi waktu itu biar debunya tidak kemana-mana, kalau hijau kan sejuk dilihat," katanya saat disambangi Tribunjogja.com, Sabtu (2/11/2019).

Murtini menuturkan, inisiatif menanam jagung ini berasal dari suaminya yakni Barmadi yang dibantu oleh anaknya.

Tujuannya tak lain agar kondisi proyek yang terbengkalai di depan rumahnya ini tak mengotori dan membuat sakit warga di sekitarnya.

Proyek Saluran Air Hujan, Forpi : Jangan Terlalu Lama, Warga Butuh Kepastian

Murtini menjelaskan, sejak proyek tak dilanjutkan pada medio Agustus lalu, proyek yang belum rampung ini hanya membuat debu bertebaran terlebih pada kondisi siang hari dan panas.

"Awal-awal dulu debunya kemana-mana sampai rumah apalagi waktu siang dan panas. Bikin cucu saya sampai sakit asma dan harus dirujuk ke rumah sakit, masih rawat jalan sampai sekarang," tuturnya.

Sejak jagung tersebut ditanam kini kondisinya sudah meninggi, sekira 100-120 cm.

"Paling Desember atau awal tahun sudah panen ini (jagung) kalau masih seperti ini kondisinya," jabarnya.

Pihaknya berharap proyek ini dapat segera diselesaikan lantaran sudah mandeg sejak terungkapnya kasus OTT proyek galian tersebut pada Agustus 2019 lalu.

"Ya kalau dilanjutin ya syukur, kalau belum ya besok saya tanamin lagi, nunggu ini panen dulu," tukasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved