5 Cara Alami Mengusir Nyamuk Tanpa Obat Semprot
Rumah yang banyak nyamuk dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti demam berdarah. Ada cara sederhana mengusir nyamuk tanpa obat semprot.
Penulis: Dwi Latifatul Fajri | Editor: Mona Kriesdinar
Laporan Reporter Tribunjogja.com, Dwi Latifatul Fajri
TRIBUNJOGJA.COM - Rumah yang banyak nyamuk dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti demam berdarah. Ada cara sederhana mengusir nyamuk tanpa obat semprot.
Nyamuk dapat menyebarkan berbagai penyakit untuk keluarga. Menggunakan obat semprot untuk mengusir nyamuk bukanlah cara yang tepat. Obat nyamuk beracun dapat berbahaya ketika dihirup.
Dikutip dari Nakita, berikut cara sederhana mengusir nyamuk tanpa obat semprot.
1. Bawang putih
Beberapa penelitian menyatakan bahwa memakan bawang putih dalam jumlah banyak membuat nyamuk enggan mendekati. Jika tidak suka bawang putih, ada alternatif lain. Caranya rebus bawang putih lalu jadikan air rebusan bawang putih tersebut untuk disemprotkan dibeberapa tempat yang nyamuk berada.
2. Tumbuhan alami
Tanaman herbal efektif mencegah nyamuk mendekat dan meminum darah manusia. Beberapa tanaman herbal yang dibenci nyamuk adalah rosemary, horsemint, basil, bawang putih, serai, marigold, dan lavender.
3. Lavender
Ekstrak lavender yang bisa dijadikan minyak esensial alami dapat digunakan untuk pencegahan nyamuk. Caranya oleskan minyak lavender ke tubuh untuk membantu mengusir nyamuk. Selain mengusir nyamuk, lavender juga membantu menghindari iritasi dan alergi kulit.
4. Cuka sari apel
Cuka apel jika dikonsumsi dapat membantu membakar lemak. Namun cuka apel juga membantu menusir nyamuk. Carannya tambahkan minyak sereh ke cuka sari apel. Lalu taruh di botol semprotan, kemudia semprotkan di mana nyamuk biasanya berkumpul.
5. Air sabun
Taruh sisa air sabun di wadah dekat tempat bersantai, nanti naymuk akan lebih tertarik untuk mendatangi air sabun dan terperangkap di dalamnya.
Ada penelitian tentang cara efektif mengusir nyamuk. Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Current Biology, yang mengungkapkan perilaku nyamuk.
Pada penemuan terbaru, nyamuk telah mengeksplorasi dan belajar nyamuk belajar dari pengalaman saat menggigit manusia.
Penelitian yang dipimpin oleh ahli neuroekologi, Jeffrey Riffell dari Universitas Washington yang telah menguji antara 2.700 sampai 3.000 nyamuk.
"Semua nyamuk telah berevolusi untuk mengidentifikasi dan menggigit kita," ujarnya dilansir dari Populer Science.
"Nyamuk sangat sensitif terhadap suhu, keringat, bau tubuh, dan karbon dioksida yang keluar dari napas manusia.Seluruh sistem sensorik nyamuk seperti sudah dirancang untuk bisa menemukan manusia." tambah Riffel.
Para ilmuwan menguji perilaku ribuan nyamuk dalam tabung simulator terbang yang diberi bau manusia, tikus, dan ayam.
Hasilnya mengejutkan, beberapa nyamuk termasuk jenis Aedes aegypti, ternyata dapat mengingat bau manusia dan dapat mengkaitkan bau tersebut dengan interaksi yang tidak menyenangkan sebelumnya. Ingatan mereka bisa bertahan selama 24 jam.
"Saat nyamuk menggigit manusia, dia akan mengingat bau manusia yang digigitnya. Nah, saat Anda menggerakkan lengan untuk mengusir, nyamuk akan merasakan getaran pukulan" jelas Riffell.
"Ia akan mengingat hubungan antara aroma tubuh dan getaran dari pukulan Anda." tambahnya.
Penelitian juga menghasilkan, memukul nyamuk menjadi cara efektif agar nyamuk tak mengganggu. Beberapa penelitian dapat menjadi refrensi bagi ilmuwan untuk mengembahkan alat baru pengusir nyamuk.
(*)
(Tribunjogja.com | Dwi Latifatul Fajri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/5-cara-pencegahan-alami-dari-gigitan-nyamuk.jpg)