Kota Yogya

Dinkes Kota Yogya Minta Masyarakat Waspadai Leptospirosis di Pancaroba

Dinkes Kota Yogyakarta, meminta masyarakat untuk mewaspadai dan berhati-hati menjaga kesehatan tubuh dalam memasuki musim pancaroba di 2019.

Dinkes Kota Yogya Minta Masyarakat Waspadai Leptospirosis di Pancaroba
Tribun Jogja/ M Fauziarakhman
Grafis Leptospirosis 

Adapun kecamatan yang teratas dalam pengidap penyakit ini ada di Gedongtengen dan Ngampilan dengan masing-masing empat warga, serta Wirobrajan dan Jetis masing-masing tiga orang.

Selama 2019 Terdapat 26 Kasus Leptospirosis di Sleman

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Imunisasi Dinkes Kota Yogyakarta, Endang Sri menjelaskan, leptospirosis disebabkan oleh bakteri leptospirosis yang terbawa pada hewan seperti tikus.

Tikus biasa akan bersarang pada belakang lemari dan tempat yang cukup gelap.

Kebersihan di tempat itu pun mesti dijaga dengan sering merapikan dan merubah interior pada rumah.

Leptospirosis juga memiliki gejala yang hampir mirip dengan masuk angin.

Itulah yang kadang membuat orang menganggap seperti penyakit biasa.

Penderita akan merasakan demam dan pusing. Endang mengingatkan untuk tidak menyepelekan gejala tersebut.

"Baiknya langsung diperiksa biar tahu dan bisa dilakukan tindakan-tindakan lanjutan," tuturnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Yosef Leon Pinsker
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved