Yogyakarta

Ada 5 Ancaman Bencana di DIY, Orang dengan Hambatan Mobilitas Harus Perhatikan Beberapa Hal

Bagi orang dengan hambatan mobilitas, juga perlu memperhatikan persiapan-persiapan khusus, baik sebelum, saat menghadapi, maupun setelah terjadi benca

Ada 5 Ancaman Bencana di DIY, Orang dengan Hambatan Mobilitas Harus Perhatikan Beberapa Hal
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umayah
Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) saat memberikan simulasi menghadapi bencana kepada masyarakat beberapa saat lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kesiapsiagaan dalam mengahadapi ancaman bencana sangat perlu dilakukan sejak dini.

Bagi orang dengan hambatan mobilitas, juga perlu memperhatikan persiapan-persiapan khusus, baik sebelum, saat menghadapi, maupun setelah terjadi bencana.

Rizma Cristiana, Staf Komunikasi ASB (Arbeiter-Samariter-Bund) menerangkan, di DIY sendiri setidaknya terdapat lima ancaman bencana yang harus diwaspadai oleh masyarakat sekitar.

Kelima ancaman bencana tersebut yakni gunung api, gempa bumi, puting beliung, banjir, serta tsunami

Menurutnya, orang dengan hambatan khusus, seperti halnya hambatan mobilitas perlu memperhatikan hal-hal tertentu.

Hujan Mulai Guyur Kulon Progo, BPBD Tingkatkan Kewaspadaan Bencana

"Pertama dia harus bisa mengenali bahaya yang ada di sekitarnya, apakah tinggal di dekat gunung api, sungai bukit atau pantai. Kedua, bagi pendamping harus menyiapkan aksesibilitas fisik seperti ramp, pegangan tangan dan sebagainya. Ketiga, dia juga harus menyiapkan tas siaga yang berisi perlengkapan pribadi," terangnya beberapa saat lalu

Hal lain yang perlu diperhatikan bagi orang yang memiliki hambatan mobilitas yakni memberitahu kepada pendamping apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan secara mandiri saat evakuasi.

Selain itu, diskusi dengan keluarga mengenai dimana dan siapa yang akan mendampingi ketika terjadi bencana juga diperlukan.

Rizma menerangkan, saat terjadi bencana, ada perbedaan-perbedaan yang harus disesuaikan oleh orang dengan hambatan mobilitas.

Seperti halnya saat menghadapi bencana gempa bumi, bagi orang yang memakai kruk dan kesulitan untuk berlutut, maka dia harus duduk dengan posisi kaki di depan dan melindungi kepala menggunakan tangan.

Wilayah DIY Masuk Pancaroba, Masyarakat Harus Waspadai Potensi Bencana

Halaman
12
Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved