Jawa

Rahasia Kota Malang Sukses Kelola Sampah Lewat Sistem yang Diadopsi dari Warga Bantul

Keberhasilan Pemkot Malang mengelola sampah dengan memakai sistem bank sampah menjadi perbincangan di tingkat kementerian pusat akhir-akhir ini.

Rahasia Kota Malang Sukses Kelola Sampah Lewat Sistem yang Diadopsi dari Warga Bantul
TRIBUNJOGJA.COM / Susilo Wahid
Bank sampah yang menjadi sistem pengelolaan sampah andalan Pemkot Malang yang diadopsi dari bank sampah di Bantul. Foto diambil di Kantor Bank Sampah Malang (BSM), Kamis (31/10/2019). 

Kini, omset bank sampah Malang rata-rata sudah menyentuh Rp 300 juta per bulan dengan sekitar 30 ribu orang nasabah.

Sementara dari potensi sampah di Kota Malang sekitar 600 ton (35 persen anorganik, 65 persen organik) perhari, jumlah sampah yang bisa direduksi dari bank sampah berkisar 5 ton yang tentunya menjadi pekerjaan besar untuk ditingkatkan.

Kementerian LHK RI dan Gandung Pardiman Serahkan Bantuan 80 Motor Sampah di Imogiri Bantul

“Kita masih terus berupaya mengelola sampah ini dengan lebih baik lagi. Target program untuk menangani sampah kita ke depan adalah 30 persen penanganan dan 70 persen pencegahan. Juga secara kontinyu melakukan pendekatan ke masyarakat, bahwa penanganan sampah itu menjadi tanggung jawab masing-masing, bukan pemerintah,” kata Rahmat.

Salah satu petugas jaga di Pos Bank Sampah Malang, Dayinta Mega Nurmala mengatakan, tidak semua sampah bisa diterima bank sampah.

Melainkan hanya jenis-jenis sampah tertentu yang kebanyakan adalah jenis sampah anorganik yang tak bisa diurai tapi masih bisa didaur ulang.

Sementara sampah organik, akan langsung dibuang ke TPA.

“Sudah ada daftar jenis sampah yang bisa kita terima berikut harga. Mulai dari sampah plastik yang paling murah sampai sampah logam paling mahal. Sampah yang masuk juga harus sudah dipilah sesuai jenis. Kalau dicampur nanti harga beda tapi biasanya jadi lebih murah. Makanya lebih bagus kalau dipisah-pisah dulu,” kata Dayinta. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Susilo Wahid Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved