Breaking News:

Bisnis

Pemerintah Tingkatkan Ekosistem Kondusif bagi Para Pelaku Bisnis Digital

Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara dan juga dunia.

IST
CONNECT 2019, ajang yang mempertemukan para pemain lintas industri, lintas teknologi di ekosistem ekonomi digital yang digelar di Jakarta Convention Center 

TRIBUNJOGJA.COM - Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara dan juga dunia.

Oleh sebab itu pemerintah berusaha untuk terus memelihara dan meningkatkan ekosistem dan iklim yang kondusif bagi para pelaku bisnis digital.

Untuk melakukan hal tersebut, pemerintah mengambil peran bukan lagi sebagai regulator, namun juga terjun langsung menjadi fasilitator dan akselerator.

Hal ini disampaikan oleh Rosarita Niken Widiastuti, Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia saat memberikan sambutan pada acara Connect 2019 di Jakarta Convention Center, Senayan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Diharapkan Prioritaskan Digitalisasi Pariwisata

Beberapa perubahan peran Kemkominfo yang menunjukkan penyesuaian dengan ekonomi digital dengan cara fasilitasi dan akselerasi adalah dengan melakukan relaksasi dan simplifikasi regulasi.

Dalam hal ini contohnya adalah tidak adanya lagi perizinan yang dipersyaratkan bagi startup, hanya cukup melakukan pendaftaran. 

Pada saat yang sama, pembangunan infrastruktur juga terus digenjot.

"Contohnya Kominfo telah menyelesaikan jaringan tulang punggung internet serat optik kecepatan tinggi yang menjangkau seluruh pelosok Indonesia, yaitu jaringan Palapa Ring, berikut prasarana last mile-nya, serta juga telah menyiapkan High Throughput Satellite," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/10/2019).

Banyak Main Media Digital Bisa Sebabkan Masalah Kesehatan Mental

Kominfo juga telah menggelar Gerakan 1000 Digital Startup dan mengakselerasi lahirnya unicorn baru melalui program Next Indonesia Unicorn.

Selain itu juga menjadi akselerator usaha di sektor lain, melalui gerakan UMKM Go Online.

Pemerintah melalui Kominfo juga sedang menggelar program pendidikan keterampilan digital bertajuk ‘Digital Talent Scholarship’.

Program ini berbentuk beasiswa pelatihan intensif untuk menyiapkan sumber daya manusia dalam mendukung transformasi digital di Indonesia menuju Industri 4.0 serta peningkatan ekonomi digital.

Diharapkan, setelah mendapat pelatihan, peserta akan memiliki keterampilan untuk menjadi teknisi yang dibutuhkan perusahaan teknologi.

Program ini tidak berintensi untuk menciptakan engineer, melainkan teknisi yang siap bekerja langsung ke dunia digital.

“Tahun 2019 ini, Kominfo memberi kesempatan pada 25 ribu orang peserta Digital Talent Scholarship. Pada tahun depan, yakni tahun 2019, jumlahnya akan ditingkatkan dua kali lipat menjadi 50.000 orang,” ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved