Sleman

EWS di Sleman Siap saat Musim Hujan Nanti

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi (BMKG) Yogyakarta pada 31 November 2019 mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berpotensi terjadi hujan.

EWS di Sleman Siap saat Musim Hujan Nanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geologi (BMKG) Yogyakarta pada 31 November 2019 mengeluarkan peringatan dini cuaca yang berpotensi terjadi hujan.

Hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai dan angin kencang saat itu diperkirakan melanda wilayah Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan) dan dapat meluas ke wilayah Sleman lainnya (Ngemplak, Ngaglik, Sleman, Tempel).

Adapun sejak pertengahan Oktober 2019 beberapa wilayah di Sleman utara sudah diguyur hujan seperti di Pakem, Turi, dan Cangkringan.

Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogjakarta Etik Setyaningrum menjelaskan awal musim hujan diperkirakan mundur 10-20 hari yaitu sekitar bulan November.

Masih Pancaroba, Staklim BMKG Minta Waspadai Potensi Angin Kencang

"Saat ini wilayah Jogja sedang memasuki masa transisi atau pancaroba. Pada masa transisi ini, hujan masih belum merata dan hanya terjadi di beberapa titik," jelasnya.

Dengan kondisi ini, ia memperkirakan jika puncak musim hujan diprediksi terjadi pada bulan Januari-Februari 2020.

Dalam kesempatan itu ia mengimbau agar masyarakat mulai mempersiapkan diri dengan datangnya musim penghujan.

Persiapan itu pun telah dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman.

Salah satunya adalah mengantisipasi lahar hujan yang terjadi di sungai yang berhulu di lereng Merapi dengan perangkat early warning system (EWS).

Terlebih kondisi di Merapi sekarang ada kubah lava yang terdiri dari material vulkanik sekitar 397.000 m3.

BMKG Sebut Hujan di Wilayah Sleman Bersifat Lokal

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved