Gunungkidul

Tahanan Kabur, Kejari Gunungkidul Terbitkan DPO

Terpidana kasus pencurian kabur setelah persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gunungkidul 23 Oktober lalu.

Tahanan Kabur, Kejari Gunungkidul Terbitkan DPO
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Diduga akibat kelalaian dari petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Gunungkidul, terpidana kasus pencurian Dika Ratna Sari (25) warga Meyosi Talun, Keduweng, Talun, Pekalongan, Jawa Tengah kabur setelah persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gunungkidul 23 Oktober lalu.

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Gunungkidul, Ari Hani Saputri mengatakan, Dika Ratna Sari adalah terpidana dalam kasus penggelapan dan pencurian, yang telah divonis hukuman 1 tahun dan satu bulan.

"Kita tinggal eksekusi saja sebenarnya, kaburnya saat akan dikembalikan ke LP Wanita Wirogunan, jadi kami kalau ada tahanan wanita, kami mengambil dan mengembalikan," katanya, Rabu (30/10/2019).

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Sambungnya, saat ini pihaknya sudah mengeluarkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Dika Ratna Sari sejak tanggal 24 Oktober lalu dan terus berusaha untuk melakukan pencarian.

Sedangkan saat disinggung mengenai kemungkinan kelalaian petugas kejari dirinya menuturkan, kelalaian petugas kemungkinan memang ada namun pihaknya akan melihat terlebih dahulu sebesar apa kelalaian dari petugas.

“Untuk apakah nanti terbukti (petugas lalai) penjatuhan sanksi dari kejaksaan agung. Ini kan sifatnya berjenjang dari kejaksaan tinggi, pengawasan, dan nantinya ke kejaksaan agung. Untuk Sanksinya pasti ada, sanksinya apa tergantung kelalaian itu apakah kelalaian, kesengajaan," jelasnya.

Rutan Wates Ungkap Otak di Balik Kaburnya 5 Narapidana

Sambung Ari hingga saat ini belum ada yang pemeriksaan dari pengawasan, saat ini baru pemeriksaan internal Kejari Gunungkidul. Ia menuturkan dari pihak Kejaksaan Tinggi pasti dalam waktu dekat akan melakukan pemeriksaan.

"Sesuai SOP harusnya terpidana dalam keadaan terborgol, tetapi saya belum tahu informasi secara pasti saat lari dalam keadaan terborgol atau tidak," katanya.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya seperti kepolisian.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved