Pemkot Magelang Musnahkan 18.370 Arsip

Arsip terbanyak yang dimusnahkan berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencapai 16.894 berkas.

Pemkot Magelang Musnahkan 18.370 Arsip
dok.humas Pemkot Magelang
Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memusnahkan ribuan arsip yang tidak memiliki nilai guna dengan alat pencacah, di Depo 1 Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Senin (28/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang memusnahkan ribuan arsip yang tidak memiliki nilai guna dengan alat pencacah, di Depo 1 Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang, Senin (28/10/2019).

Jumlahnya mencapai 18.370 berkas dari pencipta arsip.

Kepala Disperpusip, Isa Ashari, merincikan arsip terbanyak yang dimusnahkan berasal dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencapai 16.894 berkas.

Kemudian Bagian Pembangunan Setda Kota Magelang sebanyak 508 arsip, Bagian Tata Pembangunan 305 berkas dan Bagian Umum Setda Kota Magelang 90 berkas.

Kemudian, Bagian Kepegawaian 72 berkas, Dipenda 6 berkas, Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) 493 berkas, serta Inspektorat 2 berkas.

"Pemusnahan serupa pernah dilakukan juga pada tahun 2016, dan ini pemusnahan yang kedua kalinya," ungkap Isa.

Isa menyebut butuh lima hari untuk memusnahkan ribuan arsip tersebut.

Berkas dimusnahkan harus setelah melalui prosedur dan persetujuan Wali Kota Magelang.

Selain itu, juga harus melalui penyeleksian yang panjang dari pencipta arsip dan hati-hati agar tidak muncul masalah di kemudian hari.

"Arsip ini tidak boleh dijual per kilo, karena khawatir data akan tersebar walaupun secara jangka waktu arsip ini sudah kadaluarsa. Kita juga menghindari pembakaran sampah karena tidak ramah lingkungan," imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Identitas Penduduk, Disdukcapil Kota Magelang, Siska Yuni Hartanti menjelaskan berkas kependudukan yang ikut dimusnahkan itu merupakan berkas permohonan penduduk terkait Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Identitas Penduduk (KTP) dari tahun 2011.

"Itu masa retensinya sudah habis. Kita ada masa aktif 2 tahun dan inaktif 5 tahun, total retensi 7 tahun, jadi sudah bisa dihapus," ujarnya.

Sedangkan arsip yang berlaku seumur hidup, diantaranya akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan dan perceraian. Arsip dari akta-akta tersebut tidak boleh dimusnahkan. (humaspemkotmagelang)

Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved