Breaking News:

Bisnis

Lewat Jogja Fashion Week, Pemerintah DIY Berharap Jadi Pusat Fesyen ASEAN

Pemerintah DIY berharap melalui gelaran tahunan Jogja Fashion Week, DIY bisa menjadi salah satu pusat fesyen di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Jogja Fashion Week 2019 berlangsung di Jogja Expo Center dan Hartono Mall Yogyakarta, resmi dibuka pada Rabu (31/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah DIY berharap melalui gelaran tahunan Jogja Fashion Week, DIY bisa menjadi salah satu pusat fesyen di Indonesia bahkan Asia Tenggara.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Aris Riyanta usai menghadiri pembukaan Jogja Fashion Week 2019 di Jogja Expo Center, Rabu (30/10/2019).

"Jogja Fashion Week ini kan sudah bertahun-tahun ya tentu kita ingin melalui event ini menjadikan Jogja sebagai pusat fesyen tak hanya di Indonesia tapi juga ASEAN," cetusnya.

Jogja Fashion Week 2019 Resmi Dibuka, Usung Tema Suistanable Fashion

Bukan tanpa alasan, fesyen di Yogyakarta, kata Aris, memiliki perkembangan yang cukup pesat setiap tahunnya.

Setiap gelaran JFW, kata Aris, juga selalu menghadirkan beragam produk dan desain fesyen yang baru.

Hal ini yang mendorong pertumbuhan industri fesyen di DIY terus meningkat.

Tak hanya itu, industri fesyen di DIY juga selalu dilirik oleh penggemar fesyen di luar daerah.

"Karena (JFW) kan sering dilakukan, tahunan, ini juga membuat Jogja dikenal dengan dilihat dan pada tahu kalau ada desain yang selalu baru," tambah Aris.

Pesona Batik Hinggil pada Gelaran Jogja Fashion Week 2018 Sukses Memukau Penonton

Untuk menumbuhkan industri fesyen, pihaknya juga terus melakukan dorongan salah satunya menggelar lomba desain fesyen yang digelar berbarengan dengan JFW berlangsung.

Lebih lanjut, Aris mengatakan, industri fesyen di DIY sendiri memiliki kontribusi positif terhadap daerah. Dikatakan perannya berada di nomor dua setelah industri kuliner.

"Kontribusi industri fesyen di DIY besar, nomor dua setelah kuliner dan setelah itu ada craft (kerajinan)," tutupnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved