Kriminalitas

Jual Tanah Uruk Tanpa Izin di Sleman, Warga Gunungkidul Terancam 10 Tahun Penjara

Diminta untuk meratakan sebuah lahan di Sleman, warga Gunungkidul ini justru menjual tanah uruk tersebut.

Jual Tanah Uruk Tanpa Izin di Sleman, Warga Gunungkidul Terancam 10 Tahun Penjara
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Dir Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Tony Surya Putra (kiri putih) didampingi Kepala Dinas PUP-ESDM DIY, Hananto (kanan berkacamata) menunjukkan barang bukti dalam kasus dugaan penambangan ilegal saat jumpa pers di kantor PUP-ESDM DIY, Rabu(30/10/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda DIY mengamankan satu pelaku yang diduga melakukan penambangan ilegal, Jumat (25/10/2019) lalu.

Dir Reskrimsus Polda DIY, Kombes Pol Tony Surya Putra mengatakan pelaku yang diamankan adalah YS.

Warga Palian, Gunungkidul tersebut merupakan pekerja yang diminta untuk meratakan sebuah lahan di daerah Caturtunggal, Depok, Sleman.

Bukan meratakan, pelaku justru menjual tanah uruk tersebut.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Untuk menjual, pelaku menyewa excavator dan truck.

Pelaku kemudian mengeruk tanah dengan excavator dan memindahkan ke dalam truck sewaan tersebut.

"Kami amankan satu pelaku yang diduga melakukan penambangan ilegal. Kami amankan di lokasi. Pelaku ini kan dimintai tolong untuk meratakan tanah, infonya akan digunakan sebagai kolam renang. Tetapi tanah uruk untuk meratakan justru dijual oleh pelaku," katanya saat jumpa pers di kantor PESDM, Rabu (30/10/2019).

"Menguruknya tidak salah, tetapi karena tanah kemudian dijual, itu yang salah. Kan tidak ada izinnya untuk menjual," sambungnya.

Untuk kasus tersebut, pihaknya hanya menetapkan YS sebagai tersangka.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved