Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang Terus Dorong Upaya Diverisifikasi Pangan

Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang terus berupaya mempromosikan sejumlah produk unggulan Kota Magelang

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Magelang Terus Dorong Upaya Diverisifikasi Pangan
dok.Disperpa Kota Magelang
Disperpa Kota Magelang menjadi bagian dari kegiatan pameran memperingati World Food Day (Hari Pangan Sedunia/HPS) Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kampus IAIN Salatiga, pada 25-27 Oktober 2019 lalu. 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang terus berupaya mempromosikan sejumlah produk unggulan Kota Magelang, terutama yang berbasis olahan hasil pertanian non beras.

Tak terkecuali dalam kegiatan pameran memperingati World Food Day (Hari Pangan Sedunia/HPS) Indonesia tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kampus IAIN Salatiga, pada 25-27 Oktober 2019 lalu.

Sejumlah produk olahan khas Kota Magelang yang dipamerkan seperti brownies tepung mocaf, getuk, paru daun singkong, varian keripik sayur, olahan Aloevera dan minyak kelapa mendapatkan apresiasi dari ratusan pengunjung yang hadir di stand Disperpa Kota Magelang.

Kepala Disperpa, Eri Widyo Saptoko, mengungkapkan akan terus mendorong dan mengkampanyekan upaya-upaya diverisifikasi pangan oleh para stake holder.

Sebab untuk mewujudkan ketahanan pangan tidak bisa lagi hanya bergantung pada pangan yang berbahan baku beras.

“Perlu upaya-upaya cerdas untuk melakukan penganekaragaman pangan sumber karbohidrat berbahan baku non beras. Misalnya ketela pohon, ketela rambat dan varian umbi. Yang terpenting perlu terus dilakukan riset dan diarahkan komoditi apa bisa dikonsumsi dengan cara pengolahan yang seperti apa. Untuk ini diperlukan inovasi-inovasi agar cocok dengan lidah kita," jelasnya, didampingi Kabid Ketahanan Pangan, C. Dwi Ratri.

Menurutnya, banyaknya variasi bahan pangan dan identifikasinya maka perlu ditata dan dicatat secara baik mulai jumlah penduduk Kota Magelang dan jenis makanan yang dapat didiversifikasi.

Selebihnya kata Eri, perlu didorong bersama upaya evaluasi inovasi pengolahan apakah menggunakan cara tradisional atau modern sehingga hasilnya membuat lebih enak dan cocok dengan lidah masyarakat.

"Dengan begitu saya meyakini ketahanan pangan kita akan baik karena olahan yang ada akrab dengan lidah kita,” tandasnya.

Eri mengingatkan momentum HPS ke-39 juga harus dapat memastikan keamanan pangan dan pola pangan sehat tersedia untuk semua orang.

Halaman
12
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved