Jawa

Bupati Klaten Apresiasi Keberhasilan Panen Jagung di Mandong

Bupati Klaten Sri Mulyani melakukan panen perdana jagung di Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, Rabu (30/10/2019).

Bupati Klaten Apresiasi Keberhasilan Panen Jagung di Mandong
Dokumentasi Pemkab Klaten
Bupati Klaten Sri Mulyani melakukan panen perdana jagung di Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, Rabu (30/10/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Bupati Klaten Sri Mulyani melakukan panen perdana jagung di Desa Mandong, Kecamatan Trucuk, Rabu (30/10/2019).

Hal ini sebagai bentuk apresiasi kepada petani yang mampu mempertahankan Klaten sebagai lumbung pangan Jawa Tengah.

"Panen jagung di Desa Mandong sangat bagus sekali dan semoga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Mandong. Klaten sebagai lumbung pangan Jawa Tengah harus dipertahankan," kata bupati.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Dikatakan, Klaten di tingkat nasional juga sebagai lumbung pangan nasional khususnya beras.

Saat ini di Klaten ada padi rojolele Srinar dan Srinuk dan pada Desember 2019 dari DPPKP Klaten akan membagikan bibit padi rojolele Srinar dan Srinuk. 

Sri Mulyani mengingatkan untuk mendukung upaya khusus (upsus) padi, jagung kedelai (pajale), petani harus arif.

Kalau sawah kurang air, maka petani bisa menanam palawija seperti jagung, kedelai, kacang dan sebagainya serta tidak memaksakan untuk menanam padi. 

Kepala Desa Mandong, Trucuk, Sarwono mengatakan, panen jagung di Desa Mandong ini merupakan program upaya khusus (upsus)  padi, jagung kedelai (pajale) di Kabupaten Klaten. 

Klaten Job Market Fair Tawarkan 11.912 Lowker

"Panen jagung ini bagian dari pemanfaatan lahan di musim kemarau dan panen jagung di Desa Mandong sangat memuaskan," ungkapnya.

Kepala DPPKP Kabupaten Klaten Widiyanti mengatakan pajale merupakan produk makanan di Indonesia dan upsus pajale dimulai sejak 2014.

Klaten selama ini surplus padi dan jagung.

Areal tanaman jagung di Klaten lebih 10 ribu hektar dan saat ini memasuki panen raya jagung.

"Kami mengimbau petani melanjutkan program upsus pajale demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Klaten. Selain itu ikut asuransi pertanian setiap petak Rp 7 ribu, sehingga kalau gagal panen mendapat ganti rugi," ucapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Victor Mahrizal
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved