Bantul

Masuki Pancaroba, Sejumlah Wilayah di Bantul Mulai Turun Hujan

Setelah hampir enam bulan lamanya dilanda kemarau panjang, sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul mulai diguyur hujan Senin (28/10/2019) malam lalu.

Masuki Pancaroba, Sejumlah Wilayah di Bantul Mulai Turun Hujan
dailyexcelsior.com
ilustrasi hujan 

TRIBUNJOGJA.COM - Setelah hampir enam bulan lamanya dilanda kemarau panjang, sejumlah wilayah di Kabupaten Bantul mulai diguyur hujan Senin (28/10/2019) malam lalu.

Turunnya hujan dengan intensitas ringan itu, seiring dengan tibanya musim pancaroba.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Reni Kraningtyas mengatakan, berdasar hasil pantuannya, hujan membasahi beberapa kawasan seperti Dlingo, Pundong dan Banguntapan.

Selain di Bantul, hujan juga turun di sejumlah wilayah di Sleman.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

"Sudah mulai turun hujan intensitas ringan, kemarin malam itu, terpantau di citra radar kami, pukul 22.10," katanya, seusai Rapat Komperhensif Menghadapi Musim Pancaroba dan Penghujan, di Gedung Parasamya, Bantul, Selasa (29/10/2019).

Ia menyebut, awal musim hujan di Bantul, bakal tiba pada dasarian ke dua, atau pertengahan November, sehingga kemarau yang dirasakan, memang lebih panjang.

Tetapi, hal itu belum tentu berpengaruh pada lamanya musim hujan mendatang.

"Kita masih pantau perkembangan dinamika atmosfer yang ada. Untuk 2020, kondisi masih normal. Meski kemarau setengah tahun, belum tentu musim hujannya akan lebih pendek. Kalau untuk puncak musim hujan Bantul, di Januari ya," ucapnya.

Reni pun menjelaskan, pancaroba yang tiba pada kisaran dua pekan jelang musim penghujan ini wajib mendapat perhatian dari masyarakat.

Jelang Musim Penghujan, Pemkab Bantul Mulai Petakan Wilayah Rawan Banjir

Sebab, cuaca ekstrem bakal terjadi, seperti angin kencang, hingga hujan deras dalam waktu singkat. 

"Hujan di atas 50 mm dalam satu hari, bisa terjadi dalam satu, hingga dua jam, itu dapat menimbulkan banjir untuk daerah-daerah rawan, lalu longsor di dataran tinggi," terangnya.

"Kalau longsor itu kami petakan cukup rawan di daerah Imogiri, karena memang konturnya tebing-tebing. Jadi, kalau hujan lebat lebih dari satu jam, ya itu sangat berpotensi," tambah Reni.

Oleh sebab itu, ia pun menghimbau pada masyarakat, karena bencana mengintai di sepanjang pancaroba ini, dengan keberadaan hujan lebat dan angin kencang.

Menurutnya, warga jangan segan untuk mengungsi, andai kondisinya benar-benar darurat.

"Waspada jika terjadi hujan lebat dalam durasi singkat selama beberapa hari berturut-turut. Terus update info dari BMKG, segera mengungsi jika perlu dan menjalin koordinasi dengan BPBD," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Azka Ramadhan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved