Pentingnya Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

Pentingnya Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini Pentingnya Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini

Pentingnya Deteksi Kanker Payudara Sejak Dini
Istimewa
Kegiatan JIH dan JIHWA berbagi bersama di bulan kanker payudara pada Minggu (27/10/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat sekaligus memperingati bulan kesadaran kanker payudara sedunia yang jatuh pada bulan Oktober, Rumah Sakit "JIH" berkerjasama dengan JIHWA (JIH Women Association) dan IIDI (Ikatan Istri Dokter Indonesia) mengadakan kegiatan berbagi bersama dengan komunitas lovepink, yang merupakan komunitas para survivor kanker payudara, pada Minggu (27/10/2019)

Selain kegiatan berbagi bersama, peringatan hari kanker ini juga dimeriahkan dengan Healthy Talk mengenai mewaspadai sejak dini kanker payudara yang dibawakan oleh dr. Shinta Vembriana.

Dr. Shinta dalam paparannya menjelaskan, kasus kanker payudara kebanyakan baru diketahui pada usia lanjut, hal tersebut disebabkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan payudara masih rendah.

Padahal, jika kanker payudara dideteksi sejak dini, maka harapan hidup bisa mencapai 98%.

"Tujuan utama dari pemeriksaan payudara sejak dini adalah menemukan adanya sel kanker, bahkan sebelum muncul benjolan. Deteksi kanker sejak dini bisa membantu ribuan nyawa setiap tahun," ungkapnya.

Dr. Shinta menjelaskan, masyarakat banyak yang mengira kasus kanker payudara hanya dialami oleh perempuan, padahal dari data yang ada 1% dari populasi laki-laki juga menderita kanker payudara.

"Dari data yang dikeluarkan oleh American Cancer Society 2018, sebanyak 255,120 perempuan menderita kanker payudara. Dari jumlah tersebut sebanyak 40,920 orang meninggal. Untuk laki-laki, dari 2,550 orang yang menderita kanker, sebanyak 480 orang meninggal," terangnya.

ACT DIY dan GIB Luncurkan Program Beras untuk Santri Indonesia

Dia menjelaskan, untuk mendeteksi dini kanker payudara bisa dilakukan dengan gerakan SADARI (Periksa payudara sendiri) beberapa hari setelah periode mentruasi berakhir.

Ketika dalam melakukan gerakan SADARI seseorang menemukan benjolan di sekitar payudara, mengeluarkan cairan dari puting susu, puting susu yang tertarik ke dalam serta rasa sakit di payudara yang terus menerus, kelainan kulit di atas payudara yang menahun maka harus segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Bedah.

"Bagi seseorang yang keluarga dekatnya ada yang menderita kanker payudara, baik dari nenek, ibu, tante, saudara kandung juga harus rutin memeriksakan diri ke dokter. Di JIH sendiri kita memiliki alat penunjang untuk memeriksa kanker yakni USG Mammae yang biasanya digunakan untuk pasien usia di bawah 35 tahun, serta Mammografi yang biasa digunakan untuk pasien di atas usia 35 tahun," terangnya.

Presiden Direktur RS "JIH" dr. Mulyo Hartana menerangkan ketika kanker diketahui sejak dini, maka akan memberikan hasil yang jauh lebih baik. Oleh karenanya, kesadaran masyarakat untuk memeriksakan sejak awal perlu digalakkan.

"Kami berharap, dengan kegiatan hari ini lewat komunitas yang ada bisa menanamkan kesadaran ke masyarakat mengenai bahaya kanker. Ketika kanker diketahui sejak dini, maka akan lebih baik dan lebih murah," katanya. (Tribunjogja I Siti Umaiyah)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved