Berita PSIM Yogyakarta

BREAKING NEWS : Panen Sanksi di Derby Mataram, PSIM Jogja Bakal Ajukan Banding

BREAKING NEWS : Panen Sanksi di Derby Mataram, PSIM Jogja Bakal Ajukan Banding

BREAKING NEWS : Panen Sanksi di Derby Mataram, PSIM Jogja Bakal Ajukan Banding
Tribun Jogja/ Hanif Suryo
PSIM Jogja. 

TRIBUNJOGJA.COM - PSIM Jogja panen sanksi dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI buntut laga Derby Mataram lawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019) lalu.

Berdasar hasil sidang Komdis PSSI, 25 Oktober 2019, tim berjuluk Laskar Mataram ini harus membayar denda sebesar Rp 100 juta dan larangan tanpa penonton selama dua bulan pada saat laga home musim kompetisi 2020.

Sanksi ini dijatuhkan atas perilaku suporter PSIM yang melakukan pelemparan, masuk ke lapangan, hingga intimidasi terhadap pewarta foto Radar Jogja, Guntur Aga.

CEO PT PSIM Jaya, Bambang Susanto, mengatakan akan mengajukan banding atas sanksi tersebut.

"Kami sedang mencoba minta keringanan," ujar Bambang Susanto kepada Tribunjogja.com, Minggu (27/10/2019).

Bambang pun berharap, sanksi yang dijatuhkan Komdis PSSI ini menjadi pembelajaran bagi suporter PSIM.

"Untuk suporter, ya saya rasa harus ada komitmen untuk berubah menjadi lebih baik, karena jika tidak benar-benar dibenahi akan bisa terjadi lagi ke depannya. Prestasi dan permainan tim bisa pasang surut, contoh saja Manchester Unied yang pemainnya luar biasa tetap saja ada masanya badai prestasi datang," kata Bambang.

Ini Sanksi Komdis untuk PSIM Jogja Buntut Laga Derby Mataram

"Tapi ada juga klub yan penuh bintang tetap sukses. Intinya adalah, prestasi dan permainan bukanlah suatu alasan untuk berbuat kekerasan. Karena klub tidak akan pernah besar dan dapat dibanggakan, jika seperti itu sikapnya. Mulai lah bersikap dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Kalau ada teman sekitar mau berbuat tidak baik, cegah lah. Komitmen itulah yg dibutuhkan," tambahnya.

Hal senada disampaikan, Presiden Brajamusti, Muslich Burhanuddin yang berharap sanksi Komdis PSSI menjadi pembelajaran bagi suporter PSIM. Ia berharap, ke depan tak ada lagi insiden serupa terjadi.

"Ini menjadi pembelajaran bagi kita sendiri sebagai supporter PSIM, bahwa dengan kejadian tersebut ternyata juga bisa merugikan banyak pihak dan kita semua. Semoga ini kejadian terakhir dan kedepan bisa benar-benar memahami bahwa ketika suporter hadir ke stadion untuk memberi dukungan terhadap kebanggaan bukan malah merugikan kebanggaan kita PSIM," ujar Muslich Burhanuddin. (Tribunjogja I Hanif Suryo)

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved