Pendidikan

Bimbingan Konseling Harus Beorientasi pada Karakteristik dan Kebutuhan Peserta Didik

Layanan bimbingan dan konseling terintegrasi dalam program sekolah berbeda dengan pembelajaran bidang studi.

Bimbingan Konseling Harus Beorientasi pada Karakteristik dan Kebutuhan Peserta Didik
istimewa
Prof Moh Farozin Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan UNY saat memaparkan pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar UNY pada Sabtu (26/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dalam pendidikan memiliki fungsi untuk memfasilitasi perkembangan potensi peserta didik, tercapainya kemandirian dan pengendalian diri dalam kehidupannya serta perilaku yang sesuai norma yang berlaku.

Secara praktis, bimbingan dan konseling memiliki peran secara strategis untuk merencanakan, menyusun, mengimplementasikan dan mengevaluasi program peningkatan ranah afeksi peserta didik yang didalamnya memuat nilai-nilai karakter.

Prof Moh Farozin Guru Besar Bidang Ilmu Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan UNY menjelaskan, layanan bimbingan dan konseling terintegrasi dalam program sekolah berbeda dengan pembelajaran bidang studi.

Tutorial Tampil Kece dengan Makeup Sachet yang Praktis dan Terjangkau

Menurutnya, layanan bimbingan konseling harus memiliki pendekatan, metode, teknik, materi yang beorientasi kepada karakteristik dan kebutuhan peserta didik yang bersifat psikologis, positif, diberikan kepada semua peserta didik, tidak diskriminatif.

Farozin mengatakan, layanan dasar sebagai proses pemberian bantuan kepada seluruh peserta didik diberikan melalui kegiatan penyiapan pengalaman terstruktur secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam mengembangkan perilaku jangka panjang sesuai tahap dan tugas perkembangan peserta didik.

“Layanan dasar bersifat pencegahan, pengembangan dan pemeliharaan perilaku sesuai dengan nilai-­nilai luhur, pancasilais, dan nilai karakter religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas,” katanya.

Sedangkan layanan responsif sebagai upaya pemberian bantuan kepada peserta didik yang menghadapi masalah dan memerlukan pertolongan dengan segera, agar peserta didik tidak mengalami hambatan dalam proses pencapaian tugas­-tugas perkembangannya.

Mahasiswa UNY Beri Pelatihan Guna Berdayakan Potensi Hutan Wisata Jurang Jero

"Layanan responsif bersifat perbaikan perilaku peserta didik yang tidak sesuai dengan nilai­-nilai Pancasilais, nilai karakter religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan integritas," terangnya.

Dia menjelaskan, fungsi bimbingan dan konseling pada satuan pendidikan meliputi pemahaman, fasilitasi, penyesuaian, penyaluran, adaptasi, pencegahan, perbaikan, pemeliharaan, pengembangan, dan advokasi serta bidang layanan bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir memberikan kontribusi dalam upaya tercapainya tujuan pendidikan karakter peserta didik.

Sedangkan untuk strategi layanan bimbingan dan konseling dapat memperhatikan jumlah peserta didik yang dilayani, permasalahan dan cara berkomunikasi dalam pemberian layanan.

"Layanan bimbingan dan konseling memberikan kontribusi tercapainya tujuan pendidikan karakter peserta didik. Bimbingan dan konseling dapat membantu tercapainya tujuan pendidikan karakter peserta didik apabila penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling dilakukan oleh tenaga profesional dalam bidang bimbingan dan konseling," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved