Pendidikan

Peringati HUT Kota Yogyakarta, Sekolah Kristen Kalam Kudus Menggelar Berbagai Kegiatan

Kepala Sekolah SD Kristen Kalam Kudus Lily Halim mengatakan berbagai kompetisi tersebut digelar untuk mengakomodasi minat dan bakat siswa.

Peringati HUT Kota Yogyakarta, Sekolah Kristen Kalam Kudus Menggelar Berbagai Kegiatan
TRIBUNJOGJA.COM / Noristera Pawestri
para siswa saat belajar membuat liong dari kertas di Sekolah Kristen Kalam Kudus Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-263 Kota Yogyakarta, Sekolah Kristen Kalam Kudus menggelar Kalam Kudus Fair bertajuk 'Dari Kami untuk Indonesia' pada Sabtu (26/10/2019).

Kegiatan ini dimeriahkan dengan berbagai lomba seperti lomba basket tingkat SD, lomba menyanyi tunggal SD, lomba Cerdas Tangkas Alkitab (CTA) SD,  lomba fotogenik dan lomba bayi merangkak. 

Kepala Sekolah SD Kristen Kalam Kudus Lily Halim mengatakan berbagai kompetisi tersebut digelar untuk mengakomodasi minat dan bakat siswa.

"Anak-anak perlu ruang untuk mengasah kemampuan dan kreativitas mereka," ujarnya.

Selain menyelenggarakan berbagai lomba, sekolah juga menghadirkan pojok-pojok wisata kota Yogyakarta untuk mengenalkan sisi Kota Yogyakarta yang unik kepada para siswa.

Puluhan Siswa Kristen Kalam Kudus Ikut Reresik Malioboro

Kelas-kelas ini kemudian disulap menjadi pojok-pojok wisata yang dilengkapi dengan berbagai properti agar menarik.

"Ada pojok Kotagede, Prawirotaman, Tamansari, Ketandan, Pathuk dan Wijilan. Di setiap pojok, siswa akan mendapatkan informasi terkait lokasi tersebut, jadi ada pemandunya, pemandunya siswa SMP Kristen Kalam Kudus," kata dia.

Pada ruang kelas yang disulap menjadi pojok Pathuk, di ruang kelas ini para siswa bisa mengenal kuliner dan oleh-oleh khas Yogyakarta seperti bakpia misalnya.

Siswa SD Kristen Kalam Kudus Sampaikan Pesan Mereka ke Ayah Melalui Surat

Kemudian di Kampung Ketandan, para siswa dikenalkan dengan beragam Budaya Tionghoa.

Selain itu, para siswa juga belajar membuat kreasi liong dari kertas

"Di Kampung Wijilan, anak-anak dikenalkan kuliner gudeg khas Yogyakarta. Kita kenalkan bangunan bersejarah yang ada di Kotagede dan juga mengenalkan batik dan tempat-tempat sejarah di Kampung Tamansari. Tujuannya untuk mengenalkan budaya kepada para siswa," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved