Gunungkidul
Tingkat Konsumi Ikan Masyarakat Gunungkidul Dinilai Masih Rendah
Saat ini angka konsumsi ikan di Kabupaten Gunungkidul masih kalah dengan Kabupaten Kulon Progo.
Penulis: Wisang Seto Pangaribowo | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul terus genjot konsumsi ikan masyarakat.
Hal ini dikarenakan saat ini konsumsi ikan di Kabupaten Gunungkidul masih dinilai rendah.
Kepala DKP Gunungkidul, Krisna Berlian mengatakan, saat ini angka konsumsi ikan di Kabupaten Gunungkidul masih kalah dengan Kabupaten Kulon Progo.
"Dibanding tahun lalu memang ada peningkatan, tahun lalu diangkat 19 per kapita, sedangkan tahun ini sudah ada peningkatan di angka 21 per kapita, sedangkan Kulon Progo sudah menyentuh angka 24 per kapita," ujarnya, Jumat (25/10/2019).
• Tutorial Make Up ke Sekolah, Tampil Kece Tanpa Kena Marah Guru Ala Tasya Farasya
Ia menyampaikan ke depan pihaknya terus akan mengkampanyekan gemar makan ikan kepada masyarakat Gunungkidul, ditambah lagi hal tersebut sesuai dengan visi misi bupati yang ingin mencetak generasi yang berdaya saing.
"Kita ketahui bersama kalau ikan mengandung banyak omega 3, yang sangat baik untuk perkembangan otak," ucapnya.
Untuk mempopulerkan makan ikan, pihaknya akan terus sosialisasi gemar makan ikan kepada masyarakat Gunungkidul.
Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan, garis pantai Gunungkidul merupakan garis pantai yang terpanjang di DIY, namun untuk konsumsi ikan dirasa masih kurang.
• Peringati Hari Ikan Nasional, Sekda Gunungkidul Ikut Lomba Memasak bareng Emak-emak
"Yang punya garis pantai di DIY adalah Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo. Seharusnya Gunungkidul harus menggenjot konsumsi ikan kita masih kalah dengan Kulon Progo," ucapnya.
Selain itu, sambungnya, Kabupaten Gunungkidul harus mampu mewujudkan visi misi Gubernur yaitu among tani dagang layar.
"Selain itu kegiatan ini juga mengilhami kita bahwa kita memiliki garis pantai yang panjang tetapi makanan dari olahan ikan tidak familiar bagi masyarakat Gunungkidul, ini bisa menjadi embrio bahwa olahan ikan bisa menjadi makanan khas Gunungkidul," paparnya.
Sementara itu Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajad Ruswandono menyampaikan bahwa makanan khas bisa mendongkrak kunjungan wisata.
"Daya tarik tidak hanya pantai saja tetapi juga bisa dari makanan khas, sehingga dengan adanya kegiatan lomba memasak diharapkan ke depan bisa membuat masakan khas Gunungkidul," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-gunungkidul_20180731_185434.jpg)