Nasional

Pelaku Peretasan Perusahaan AS Ditangkap Langsung oleh Bareskrim Mabes Polri

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka BBA dilakukan langsung oleh Tim Bareskrim Mabes Polri.

Pelaku Peretasan Perusahaan AS Ditangkap Langsung oleh Bareskrim Mabes Polri
KOMPAS.com/Devina Halim
Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul (batik biru) saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kabid Humas Polda DIY, Kombes Yuliyanto menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka BBA dilakukan langsung oleh Tim Bareskrim Mabes Polri.

Begitu dilakukan penangkapan, langsung dibawa ke Jakarta.

“Semua dilakukan oleh Tim Bareskrim Mabes Polri. Setelah dilakukan penangkapan kemudian langsung dibawa ke Jakarta,” kata Kombes Yuliyanto, Jumat (25/10/2019) malam.

Retas Perusahaan AS, Pria di Gamping, Sleman Ini Diringkus Polisi

Sementara Polda DIY memback up untuk pengiriman barang bukti yang ada di rumah kost tersangka.

Barang bukti itu berupa Harley Davidson dan sejumlah komputer.

“Kita membantu mengirim barang bukti, ada Harley Davidson. Itu saya dengar harganya ratusan juga. Kemudian ada komputer-komputer,” ungkapnya.

Sebelumnya, seorang pria di Gamping, Sleman ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri lantaran meretas satu perusahaan di San Antonio, Texas, Amerika Serikat.

Tersangka yang berinisial BBA (21) ditangkap di daerah Yogyakarta, pada 18 Oktober 2019.

Hacker Bisa Menyusup Lewat Kiriman GIF di WhatsApp, Ini yang Harus Dilakukan

"Tersangka ini tinggalnya di Gamping, Sleman, Jogja, kita juga melakukan penangkapan di kediamannya," ungkap Kepala Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul saat konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/10/2019).

Peretasan yang dilakukan tersangka dilakukan dengan modus serangan program jahat (virus komputer) jenis ransomware.

Rickynaldo menuturkan, pelaku membeli ransomware berisi Cryptolocker di pasar gelap internet atau dark web.

Kemudian, BBA menyebarkan ransomware tersebut kepada 500 akun email secara acak.

Ketika korban membuka email tersebut, software perusahaan tempat korban bekerja menjadi terenkripsi.

Pelaku pun meminta tebusan kepada korban.

"Saat email itu dibuka atau diklik maka semua sistemnya sudah bisa diambil alih oleh pelaku, dalam keadaan mati," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM/kps)

Penulis: ribut raharjo
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved