Jawa

BATAN Perbaiki Varietas Padi Rojolele Melalui Radiasi Sinar Gamma

Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) berhasil memperbaiki varietas padi Rojolele di Kabupaten Klaten.

BATAN Perbaiki Varietas Padi Rojolele Melalui Radiasi Sinar Gamma
Istimewa
panen dan launching Rojolele Srinuk dan Rojolele Srinar di Kabupaten Klaten 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) berhasil memperbaiki varietas padi Rojolele di Kabupaten Klaten.

Penelitian terhadap varietas Rojolele di Klaten ini dimulai sejak tahun 2013 silam

Peneliti BATAN, Sobrizal menceritakan penelitian ini berawal ketika Pemerintah Kabupaten Klaten berkunjung ke PAIR dan meminta agar BATAN memperbaiki varietas Rojolele di Klaten.

Setelah dilakukan perbaikan terhadap varietas Rojolele dengan radiasi sinar gamma pada dosis 200 Gy, dihasilkan varietas baru yakni Rojolele Srinuk dan Rojolele Srinar yang lebih unggul.

Varietas Padi Unggul Klaten Rojolele Srinar dan Srinuk Resmi Meluncur

"Keunggulan kedua varietas ini dibandingkan dengan induknya antara lain mempunyai umur lebih pendek yakni kurang dari 120 hari sedangkan umur induknya mencapai 155 hari," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (23/10/2019).

Kedua varietas ini mempunyai ketahanan hama penyakit lebih baik dan produksinya lebih tinggi mencapai 9 ton/ha bila dibandingkan dengan induknya yang hanya mencapai 7 ton/ha.

Selain itu, mutu fisik beras dan mutu organoleptik (rasa nasi, aroma dll) setidaknya sama dan bahkan cenderung lebih baik dibandingkan induknya.

Kedua varietas ini sudah lolos pada sidang pelepasan varietas pada akhir Juni 2019, saat ini sedang menunggu Surat Keputusan Pelepasan dari Menteri Pertanian.

Petani Klaten Kini Bisa Tanam Varietas Baru Beras Rojolele

Sementara itu, Kepala PAIR, Totti Tjiptosumirat menambahkan, keberhasilan ini merupakan komitmen BATAN dalam memanfaatkan teknologi nuklir di bidang pertanian.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi nuklir tidak hanya untuk senjata dan energi saja, melainkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang.

"BATAN juga membuktikan bahwa teknologi nuklir bukan hanya dikenal sebagai pemusnah massal dan juga hanya energi nuklir, yang hingga saat ini banyak masyarakat yang mempunyai prersepsi negatif pada energi nuklir, namun teknologi nuklir dapat dimanfaatkan di bidang lain, seperti pangan," tutur dia.

Totti menegaskan, BATAN mempunyai peran penting di bidang pertanian yakni dalam menghasilkan varietas unggul dengan memanfaatkan teknologi nuklir.

Meskipun banyak varietas padi lain, namun varietas padi muatan BATAN diharapkan menjadi varietas unggul dan disukai oleh masyarakat dan dapat mendukung program ketahanan pangan nasional.

Ia berharap, melalui kedua varietas ini, produksi padi di Kabupaten Klaten meningkat.

"Varietas padi mutan Rojolele Srinar dan Rojolele Srinuk diharapkan dapat lebih mendukung produksi padi Kabupaten Klaten dan diharapkan memberikan dampak terhadap produksi padi Jawa Tengah," ucapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved